
Tito Dorong Pembentukan Satgas MBG di Daerah
14 menit yang lalu
Peserta Konsolidasi Akbar menyatakan komitmen menjaga persatuan dan menolak peredaran narkoba.
Terbit · 1 min read

Sebanyak 5.000 mahasiswa, pemuda, dan santri mendeklarasikan penolakan terhadap perpecahan dan narkoba dalam Konsolidasi Akbar di Surabaya, menurut laporan ANTARA.
Kegiatan berlangsung di Mapolda Jawa Timur pada Rabu (28/10/2026). Pesertanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta mengikuti Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur 2026.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan generasi muda akan berperan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menyebut persatuan dan kebersamaan sebagai semangat untuk ikut mendorong pembangunan Jawa Timur.
Dekananto mengapresiasi komitmen peserta untuk memerangi perpecahan dan peredaran narkoba. Menurut dia, pemuda dan santri memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas Jawa Timur.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto mengajak generasi muda berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. “Teruslah berkarya untuk kemajuan diri kalian sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan negara kita, NKRI. Negara dan bangsa menanti karya kalian,” ujar Piek.
Piek mengatakan Kodam V/Brawijaya bersama Polda Jatim berkomitmen menjaga stabilitas wilayah dan mengawal program pemerintah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono meminta mahasiswa dan pemuda tetap kritis dalam mengawal pembangunan dengan menyampaikan gagasan yang solutif. “Janganlah berhenti untuk kritis, tetapi tetap solutif. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak, tetapi kita tetap harus menjaga persatuan,” kata Adhy.
Ketua Cipayung Plus Jawa Timur Hendra Prayogi mengajak generasi muda memilah informasi di media sosial untuk menangkal hoaks. Ia menyebut komitmen menjaga persatuan sebagai salah satu inti deklarasi.