
Polisi Telusuri Aksi Drifting di Pondok Indah
16 menit yang lalu
Operasi pemadaman karhutla berlanjut, sementara pencarian awak helikopter yang hilang dan evaluasi keselamatan dilakukan.
Terbit · 1 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berlanjut dengan pengawasan keselamatan yang diperketat setelah terjadi kecelakaan helikopter dalam misi pemadaman. Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Helikopter angkut Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM dilaporkan diduga jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026).
Berton mengatakan operasi pemadaman harus tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan secara ketat. Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Minggu.
Data terbaru yang diterima BNPB menyebutkan dua dari tiga awak helikopter ditemukan selamat. Keduanya merupakan pilot berkewarganegaraan Australia dan telah mendapat penanganan medis.
Satu awak lainnya, Helicopter Landing Officer (HLO) Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia, masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Menurut laporan yang sama, Basarnas Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan tim penyelamat beranggotakan 18 personel pada pukul 13.10 WITA. Operasi pencarian juga melibatkan TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat.
BNPB menyebut prioritas saat ini adalah mencari awak yang hilang, memulihkan kondisi pilot yang selamat, serta mengamankan bangkai helikopter di tepian sungai. BNPB juga akan memfasilitasi investigasi resmi untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
BNPB menyatakan evaluasi keselamatan operasi udara akan mencakup kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air untuk pemadaman, kelaikan awak, cuaca, dan karakteristik lokasi. Laporan ANTARA tidak menyebutkan hasil investigasi penyebab kecelakaan.