
Patrice Evra Ingin Lebih Sering ke Indonesia
12 menit yang lalu
Pemprov DKI menyiapkan perhitungan kebutuhan dana untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT.
Terbit · 1 min read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan Pemerintah Provinsi DKI sedang menghitung kebutuhan dana untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT hingga Jakarta International Stadium (JIS) dan kereta cepat Jakarta-Bandung di Halim. Menurut laporan ANTARA, perhitungan itu disiapkan untuk dibahas bersama Danantara.
Pramono menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Ia meminta Jakpro dan LRT Jakarta menyiapkan hitungan kebutuhan biaya.
“Sekarang, saya sudah meminta kepada Jakpro maupun LRT Jakarta untuk menyiapkan hitungannya. Karena bagaimanapun, kalau duduk dengan Danantara itu kan harus ada hitungannya, berapa yang memang dibutuhkan untuk itu,” ujar Pramono.
Menurut laporan yang sama, Pramono mengatakan Direktur Operasional Danantara Doni Oskaria telah merespons hal tersebut. Ia menyebut Pemerintah Provinsi DKI menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai dukungan Danantara untuk pembangunan rute baru LRT.
Pramono mengatakan Pemprov DKI memerlukan alternatif pembiayaan untuk pembangunan LRT Jakarta. Ia menyebut proyek lanjutan rute Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan dana sekitar Rp2,7 triliun dan direncanakan dimulai pada 2027.
Menurut Pramono, dana untuk proyek tersebut sebenarnya sudah tersedia, tetapi Pemprov DKI tetap mempertimbangkan sumber pembiayaan lain. Ia menyebut opsi pembiayaan dapat berasal dari obligasi, APBD, atau Danantara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo pada 16 September 2026 mengatakan Danantara wajib membantu Pemprov DKI melanjutkan pembangunan LRT. “Saya kira Danantara wajib membantu, karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI. DKI milik seluruh bangsa,” kata Prabowo.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.