
Arsenal Tekuk Everton 2-0, Samai Poin Manchester City
17 menit yang lalu
Empat proyek jalan dan jembatan di Pacitan rampung pada 2026 untuk memperbaiki akses dan konektivitas.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuntaskan pembangunan dan perbaikan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan pada 2026. Menurut laporan ANTARA, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meresmikan proyek-proyek tersebut pada Jumat (23/10/2026).
Proyek itu meliputi perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman, pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta pembangunan talud pengaman jalan Karanggede-Jatimalang. Lokasinya tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di Pacitan.
Khofifah mengatakan pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis.
Perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, mencakup ruas sepanjang 2,25 kilometer dengan nilai kontrak Rp2,855 miliar. Lebar jalan yang semula sekitar dua meter menjadi 2,5-3 meter.
Pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan menelan biaya kontrak Rp13 miliar. Menurut laporan yang sama, pekerjaan berlangsung pada 25 Maret hingga 2 Oktober 2026 untuk meningkatkan kapasitas jalan dan kelancaran distribusi barang.
Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, dibangun kembali dengan konstruksi Bailey setelah rusak akibat banjir. Jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 3,1 meter itu menggunakan anggaran Rp4,47 miliar.
Talud pengaman jalan Karanggede-Jatimalang dibangun menggunakan konstruksi bronjong di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari. Pekerjaan senilai Rp1,51 miliar tersebut bertujuan menjaga kestabilan lereng dan melindungi badan jalan dari risiko kerusakan akibat longsor.
Menurut laporan yang sama, penanganan jembatan dan talud yang terdampak bencana menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Seluruh proyek ditangani Dinas PU Bina Marga Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pacitan; seorang warga Desa Kasihan menyebut jalan yang telah diperbaiki kini memudahkan perjalanan ke pasar dan sekolah.