
Arsenal Tekuk Everton 2-0, Samai Poin Manchester City
17 menit yang lalu
Pemantauan Sabtu tidak mendeteksi titik api di kawasan TNGC, tetapi asap tipis masih ada sehingga pendinginan dilanjutkan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memfokuskan pendinginan di tiga blok kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah itu diambil setelah pemantauan pada Sabtu (24/10/2026) tidak mendeteksi titik api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu mengatakan operasi difokuskan pada penanganan sisa kebakaran karena masih ditemukan kepulan asap tipis di sejumlah lokasi. “Status terkendali, lanjut pendinginan total sampai asap hilang,” kata Indra dalam keterangannya, di Kuningan, Sabtu.
Menurut Indra, tiga blok yang menjadi prioritas pendinginan di kawasan TNGC wilayah Kabupaten Kuningan adalah Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang. Pendinginan itu dilakukan untuk memastikan sisa kebakaran benar-benar padam.
Berdasarkan pemantauan pesawat nirawak TNGC dan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan Sipongi, titik api tidak terdeteksi hingga Sabtu malam. Karena itu, petugas melanjutkan siaga pendinginan.
Sebelumnya, pemantauan udara di Grid 15 kawasan TNGC menemukan titik api di bawah kaki Gunung Dulang dan di sebelah selatan pos pemantauan Karang Dinding, sekitar 1,4 kilometer dari pos tersebut. Temuan itu ditindaklanjuti dengan operasi pendinginan, termasuk di Blok Panyusupan, sementara petugas terus memantau kondisi kawasan melalui pengamatan udara dan pemeriksaan lapangan.
Menurut laporan yang sama, penanganan dilakukan lewat pendinginan manual dengan peralatan pemadam, termasuk jet shooter, serta patroli pesawat nirawak untuk memantau sebaran asap dan kondisi titik-titik terdampak. Indra menyebut keterbatasan kendaraan untuk mobilisasi petugas sebagai salah satu kendala, selain medan curam dan lahan bekas terbakar yang menuntut kewaspadaan.
Untuk penanganan lanjutan pada Minggu (25/10/2026), tim gabungan merencanakan pemantauan asap dan pendinginan di Grid 15. Rencana lainnya adalah operasi modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dukungan pengeboman air oleh TNI Angkatan Udara.
Tim gabungan juga melanjutkan pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik, pendataan relawan, dan pemantauan titik api melalui Sipongi agar kondisi kawasan tetap terkendali. Menurut Indra, pendinginan akan berlanjut hingga kepulan asap menghilang dan dipastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di kawasan TNGC.