
Pemprov NTB Apresiasi Pengukuhan Gekrafs
14 menit yang lalu
Airlangga menilai perhatian MSCI tertuju pada tata kelola perdagangan saham, termasuk pemenuhan batas minimum saham beredar di publik.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai laporan MSCI mengenai pasar modal Indonesia menyoroti tata kelola perdagangan saham, bukan fundamental ekonomi maupun kinerja emiten. Menurut laporan ANTARA, Airlangga menyampaikan penilaian itu saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Salah satu perhatian MSCI, menurut Airlangga, adalah pemenuhan batas minimum porsi saham yang beredar di publik sebesar 15 persen. Ia mengatakan sejumlah perusahaan masih belum memenuhi ketentuan tersebut.
Airlangga menyatakan reformasi pasar modal masih berlangsung. Ia menilai fundamental emiten yang tercatat di bursa masih baik, baik dari sisi laba rugi maupun pembagian dividen.
Ia mengatakan tahapan reformasi dan perkembangannya perlu disampaikan kepada publik agar kemajuan pelaksanaan dapat diketahui. Airlangga juga menyebut Indonesia memiliki waktu hingga Juni 2027 untuk memenuhi ketentuan porsi saham yang beredar di publik.
Dalam peta jalan reformasi, pemerintah juga mendorong demutualisasi bursa. Airlangga mengatakan perkembangan tahapan tersebut perlu disampaikan kepada publik.
MSCI sedang berkonsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Periode konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhir dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Juni 2027.
MSCI menyatakan rencana reklasifikasi akan berlanjut jika belum ada bukti jelas mengenai perbaikan tata kelola dan fungsi pasar modal Indonesia. Sejak Januari 2026, MSCI membekukan sebagian perubahan indeks saham Indonesia karena kekhawatiran investor mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.
Sebagai respons, Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia mengumumkan sejumlah langkah reformasi. Langkah itu mencakup peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham dan penyusunan peta jalan untuk menaikkan batas minimum porsi saham yang beredar di publik menjadi 15 persen.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.