
Nagelsmann Masuk Radar Pengganti Carrick di MU
13 menit yang lalu
Dua analis menilai IHSG berpeluang menguat, meski risiko koreksi dan perkiraan tingkat teknikal berbeda.
Terbit · 1 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek pada perdagangan Jumat (23/10/2026), meski risiko koreksi masih membayangi. Menurut laporan CNN Indonesia, proyeksi itu disampaikan analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dan analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova.
Perdagangan yang diproyeksikan itu akan berlangsung pada Jumat (23/10/2026), sedangkan IHSG menutup perdagangan sebelumnya pada Kamis (22/10/2026) di level 5.387. Indeks menguat 59,54 poin atau 1,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju rentang 5.458–5.563, dengan area koreksi jangka pendek di 5.332–5.366. Dalam riset hariannya, ia menjelaskan bahwa pergerakan indeks berada pada gelombang keempat dari gelombang ketiga dalam gelombang kelima, dengan peluang menguat menuju rentang tersebut dan kemungkinan koreksi di area 5.332–5.366.
Untuk perdagangan Jumat, Herditya memproyeksikan tingkat penopang di 5.185 dan 4.915 serta tingkat penghalang di 5.404 dan 5.563. Ia juga merekomendasikan saham BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR.
Ivan memperkirakan penguatan berpeluang berlanjut jika IHSG menembus 5.458, dengan sasaran penghalang berikutnya di 5.588. Sebaliknya, jika turun di bawah 5.185, indeks berisiko melemah dan menguji area penopang 4.972.
Ivan menyatakan penembusan 5.458 dapat membuka peluang IHSG menguji 5.588, sedangkan penurunan di bawah 5.185 berpotensi membawa indeks menguji area penopang 4.972, menurut laporan yang sama. Ia memproyeksikan tingkat penopang di 4.972, 4.767, dan 4.629 serta tingkat penghalang di 5.458, 5.588, dan 5.774.
Ivan juga merekomendasikan saham ADMR, BBRI, BUMI, DEWA, dan EMTK. Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis yang dikutip dalam laporan CNN Indonesia.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi pada perdagangan Kamis mencapai Rp16,16 triliun dengan volume 37,57 miliar saham. Sebanyak 467 saham menguat, 204 melemah, dan 123 tidak berubah.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.