
QatarEnergy Teken Perjanjian LNG dengan Cheniere
12 menit yang lalu
Apindo menilai UMKM perlu memperkuat inovasi, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi digital agar berdaya saing.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat inovasi dan kepemimpinan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.
Wakil Sekretaris Umum Apindo Aditya Warman menyampaikan hal itu dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Menurut dia, penguatan kapasitas pemimpin usaha penting agar UMKM mampu mempertahankan operasional, mengembangkan peluang, dan menciptakan nilai tambah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha di Ternate, Maluku Utara, pada hari yang sama.
Aditya menjelaskan bahwa kapasitas pelaku usaha inovatif mencakup empat aspek, yakni perangkat, keterampilan, pola pikir, dan ketangguhan mental. Ia menilai keempat aspek itu menjadi dasar penguatan kemampuan teknis, manajerial, inovasi, dan ketangguhan menghadapi perubahan.
Ia mengatakan pelaku UMKM perlu mampu membaca peluang pasar, memahami kebutuhan pelanggan, menggunakan data dalam pengambilan keputusan, dan menyusun strategi pertumbuhan usaha.
Selain kepemimpinan, menurut Aditya, pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), penting untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Menurut laporan yang sama, Apindo menilai penguatan sumber daya manusia perlu disertai pendampingan, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan itu, Apindo berharap UMKM mampu mengembangkan model bisnis adaptif, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi.