
Singapura Imbau Warga Tenang soal Pangkasan Gas RI
11 menit yang lalu
Pegawai Aramco diminta bekerja dari jarak jauh setelah kebakaran terjadi di kantor pusat Dhahran.
Terbit · 2 min read

Saudi Aramco dilaporkan meminta pegawainya meninggalkan kantor pusat di Dhahran dan bekerja dari jarak jauh setelah kompleks itu diserang. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, instruksi tersebut berlaku pada Kamis (22/10/2026).
Serangan terjadi pada Selasa (13/10/2026) di kantor pusat Aramco, Dhahran, Arab Saudi. Laporan CNBC Indonesia menyebut enam orang yang mengetahui persoalan tersebut menyampaikan adanya instruksi evakuasi; alasan khususnya belum diketahui saat laporan diterbitkan.
Serangan pada 13 Oktober memicu kebakaran yang menjalar ke beberapa lantai gedung. Sumber Reuters menyebut kerusakan gedung tergolong besar, sedangkan Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kebakaran yang terjadi terbatas.
Kompleks Dhahran juga menampung pusat kendali untuk memantau fasilitas pengeboran darat dan lepas pantai, kilang, terminal ekspor, serta jaringan pipa. Aramco belum memberikan tanggapan ketika laporan tersebut diterbitkan.
Menurut laporan CNBC Indonesia yang merujuk laporan tahunan Aramco 2025, perusahaan memiliki jaringan operasi di lebih dari 50 negara. Indonesia termasuk dalam daftar lokasi operasi; proyek pengembangan Kilang Cilacap bersama Pertamina yang dirintis sejak 2016 berakhir pada 2020, dan Pertamina melanjutkan rencana tersebut tanpa Aramco.
Kapasitas pengilangan bruto global Aramco mencapai 7,8 juta barel per hari pada 2025, naik dari 7,7 juta pada tahun sebelumnya. Kapasitas neto, yang memperhitungkan porsi kepemilikan perusahaan, meningkat dari 4,1 juta menjadi 4,2 juta barel per hari.
Produksi hidrokarbon cair Aramco pada 2025 rata-rata 10,68 juta barel per hari, sedangkan total produksi yang mencakup gas mencapai 12,89 juta barel ekuivalen minyak per hari. Pada semester pertama 2026, angka tersebut masing-masing tercatat 9,06 juta barel per hari dan 11,03 juta barel ekuivalen minyak per hari.
Pendapatan Aramco pada 2025 tercatat US$415,82 miliar, turun sekitar 4,8 persen dari 2024, sementara laba bersih turun dari US$106,25 miliar menjadi US$93,39 miliar. CNBC Indonesia menyebut pelemahan harga minyak mentah serta produk pengilangan dan kimia menekan kinerja, meski sebagian dampaknya tertahan oleh kenaikan volume penjualan; laporan itu juga menyatakan belum ada konfirmasi gangguan produksi akibat serangan di Dhahran.