
Losnito Kalahkan Smansa dan Melaju ke Final
2 jam yang lalu
Kerja sama Selatan-Selatan dinilai dapat membantu pelaku ekonomi kreatif memperluas pasar global.
Terbit · 1 min read

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mendorong penguatan kerja sama Selatan-Selatan dan trilateral untuk memperluas akses pasar global bagi pelaku ekonomi kreatif. Menurut laporan ANTARA Manado, ia menyampaikan hal itu dalam pidato pada Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif ke-5 (WCCE) 2026.
Pidato tersebut disampaikan di Jakarta pada Kamis (22/10/2026). Arrmanatha mengatakan kerja sama dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan, membangun keterampilan, dan membantu usaha kreatif menembus pasar lintas negara.
Ia mengingatkan bahwa popularitas di ruang digital tidak serta-merta berarti karya telah menembus pasar global. Dalam pidatonya, ia juga menyoroti politisasi instrumen ekonomi di tengah ketidakpastian dan perlambatan perdagangan global.
Menurut laporan yang sama, Arrmanatha menyebut negara berkembang merasakan ketidakpastian melalui gejolak nilai tukar dan fluktuasi harga komoditas, yang berdampak pada lapangan kerja serta penghidupan masyarakat.
Arrmanatha menilai ekonomi kreatif dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya. Ia menyebut kreativitas sebagai salah satu sumber daya yang dapat diperbarui di tengah ketidakpastian dunia.
Ia juga menyerukan aturan kekayaan intelektual yang adil, dapat ditegakkan, dan relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan. Pemerintah, menurutnya, perlu menghubungkan para kreator melalui perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi yang memberi manfaat luas bagi ekonomi kreatif.
Arrmanatha mengatakan Indonesia siap berperan melindungi gagasan kreator, menghubungkan mereka dengan dunia, dan mendukung perkembangan mereka melalui Jakarta Vision yang akan diadopsi pada WCCE 2026.
WCCE 2026 membahas teknologi, kecerdasan buatan dan transformasi digital, keberlanjutan dan ekonomi sirkular, kekayaan intelektual dan hak kreatif, serta inklusi dan pemberdayaan komunitas. Keempat pilar itu akan menjadi landasan Jakarta Vision on Creative Economy, yang diharapkan memperkuat arah pengembangan ekonomi kreatif global.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.