
Sekitar 45.000 Warga Korea Selatan Memeluk Islam
14 menit yang lalu
Tiga UMKM binaan Bank Jatim memperkenalkan produk dan menjajaki peluang perdagangan di Aceh.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memfasilitasi tiga UMKM binaan untuk memperkenalkan produk unggulan dan menjajaki peluang perdagangan di Aceh melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur.
Laporan itu tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan misi dagang. Tiga UMKM tersebut berasal dari Pasuruan, Surabaya, dan Gresik, Jawa Timur.
Masnia Collection dari Pasuruan memproduksi pakaian bordir, Sharleez Skincare dari Surabaya menawarkan produk perawatan kulit, sedangkan Batik Gajah Mungkur dari Gresik memasarkan produk batik.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan keterlibatan perseroan merupakan kontribusi sektor perbankan untuk mempertemukan produk Jawa Timur dengan calon pembeli di daerah lain dan memperluas peluang kerja sama perdagangan antardaerah.
Dalam keterangan di Surabaya pada Jumat (23/10/2026), Winardi menyebut misi dagang itu sebagai momentum untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas. Keikutsertaan tersebut juga memberi pelaku usaha kesempatan mengenalkan produk langsung kepada calon pembeli dan mitra bisnis di Aceh.
Winardi menilai dukungan perbankan terhadap UMKM perlu disertai pembukaan akses pasar. Menurut dia, pelaku usaha juga membutuhkan peluang memperluas penjualan dan membangun kemitraan di luar daerah asal.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan. Ia menyebut kegiatan itu dapat memperpendek rantai distribusi dan memperluas pasar produk dalam negeri.
Khofifah menjelaskan, capaian transaksi misi dagang didukung kurasi pelaku usaha dan produk sedikitnya dua kali serta pelaksanaan penjodohan bisnis minimal lima kali, termasuk secara daring. Menurut dia, transaksi sebesar Rp1,21 triliun membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara pelaku usaha kedua provinsi.