
KPK Sita Uang dan Dokumen di Jawa Tengah
18 menit yang lalu
Dividen dan pembelian kembali saham menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam mengelola modal dan memberi imbal hasil kepada pemegang saham.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan pembelian kembali saham merupakan bagian dari strategi rutin untuk mengelola modal dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Perseroan juga membagikan dividen sekitar Rp50,63 triliun sepanjang kalender 2026.
Informasi itu disampaikan dalam laporan CNBC Indonesia yang terbit Jumat (23/10/2026). Kinerja yang dipaparkan mencakup realisasi hingga Agustus 2026, sedangkan tanggal pembagian dividen tidak dirinci dalam laporan.
Pada program pembelian kembali saham terakhir, Bank Mandiri membeli kembali 91,75 juta saham. Saham tersebut dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24-29 Juni 2026, dengan tujuan mendorong rasa memiliki dan produktivitas karyawan.
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026, saham hasil pembelian kembali dapat dialihkan melalui program kepemilikan saham karyawan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Perseroan menyatakan pelaksanaannya tetap memperhatikan kebutuhan pengembangan usaha dan kondisi keuangan.
Total dividen sekitar Rp50,63 triliun terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Pembagian dividen interim mempertimbangkan realisasi laba, kecukupan modal, likuiditas, serta kebutuhan ekspansi bisnis.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan dividen interim merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham dan mencerminkan kemampuan perseroan menghasilkan laba. Ia menyatakan, “Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Novita.
Menurut laporan yang sama, hingga Agustus 2026 penyaluran kredit Bank Mandiri secara individual mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga tercatat Rp1.687 triliun, juga tumbuh 17,6 persen, melampaui pertumbuhan industri sebesar 13,7 persen.
Pada periode tersebut, rasio kredit bermasalah bruto tercatat 1,00 persen dan rasio cakupan kredit bermasalah sebesar 240,6 persen. Laba bersih secara individual mencapai Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen secara tahunan; perseroan menyatakan akan menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan penguatan kapasitas bisnis.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.