
Uji Awal JNJ-6143 Tunjukkan Respons Tumor
11 menit yang lalu
Perusahaan rintisan rumput laut asal Indonesia diumumkan sebagai pemenang kompetisi wirausaha sosial perempuan di China.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, perusahaan rintisan Birufinery asal Indonesia menjadi finalis kompetisi wirausaha sosial Unlock Her Future 2026 di China dan diumumkan sebagai salah satu pemenang. Perusahaan itu membawa produk biostimulan dari rumput laut sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk.
Pada puncak acara Jumat (23/10/2026), CEO Birufinery Azalea Ayuningtyas dan Jihan Alfiyyah Munajat dari HerLens diumumkan sebagai dua dari empat pemenang. Dua pemenang lainnya adalah Kyle Li dari China melalui 38 Fixers dan Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui Tham Nhung Social Enterprise.
Menurut laporan yang sama, juri juga memberikan penghargaan khusus kepada dua finalis lain, yakni Jieun Lee dari Korea Selatan melalui Giboo dan Prangthong Tiengkate dari Thailand melalui Bamboo Family Market.
Azalea menjelaskan fungsi biostimulan saat ditemui di Suzhou, Provinsi Jiangsu, pada Kamis (22/10/2026). "Biostimulan itu istilahnya seperti vitamin sedangkan pupuk itu makanan untuk tanaman," katanya.
Birufinery didirikan pada 2024 oleh Azalea dan tiga rekannya, salah satunya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah sumber bahan produk biostimulan bernama BiruLift. Rumput laut dipilih karena Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia, tetapi sekitar 80 persen produksinya masih dijual dalam bentuk mentah.
Panen rumput laut menopang mata pencaharian hampir 1 juta penduduk pesisir dan lebih dari 267.000 rumah tangga. Azalea menyebut produk serupa selama ini berasal dari rumput laut air dingin Norwegia atau Kanada yang hanya dipanen setahun sekali, sehingga harganya mahal.
Menurut Azalea, tanah di Indonesia kini membutuhkan biostimulan karena tekanan akibat El Niño, banjir, dan penggunaan pupuk kimia berlebihan. Ia menyebut petani dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia hingga 30 persen sehingga biaya produksi ikut turun.
BiruLift dijual eceran Rp110.000 per liter, dengan kebutuhan 5 liter untuk setiap hektare lahan. Harga pembelian dalam jumlah besar Rp90.000 per liter. Azalea mengatakan pihaknya juga menyasar petani kecil yang perlu diedukasi dan membutuhkan pendanaan dari The Bicester Collection.
Azalea menambahkan, rumput laut juga bermanfaat bagi laut karena menyerap nitrogen yang berlebih, salah satunya akibat pupuk buatan. Usaha ini turut memberdayakan petani rumput laut di NTT, termasuk perempuan, sehingga mereka tidak perlu menjadi pekerja migran di luar negeri.
Kompetisi diselenggarakan The Bicester Collection, perusahaan ritel mewah asal Inggris yang mengelola 12 destinasi wisata belanja terbuka di sejumlah kota dunia. Pada 2026 ada 12 finalis dari Asia Timur dan Tenggara yang bersaing memperebutkan dukungan dana hingga 100.000 dolar AS, disertai pendampingan profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional, dan paparan media.
Selain Birufinery dan HerLens, finalis Indonesia lainnya adalah Celia Siura melalui Bumbi yang memproduksi popok dan pembalut kain. Aktris dan aktivis lingkungan asal China, Li Bingbing, yang hadir di acara puncak, menurut ANTARA berpesan kepada para finalis agar siap menghadapi kesulitan di masa depan karena kesulitan dan kegagalan membuat seseorang lebih kuat dan matang.