
Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama di Moskow
13 menit yang lalu
Turunan minyak sawit dinilai membuka peluang UMKM membuat produk kreatif bernilai tambah tinggi.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Helmi Muhansyah menyatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang menghasilkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi dari minyak sawit dan turunannya.
Helmi menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/10/2026), serta dalam Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 bertema Menyuarakan Narasi Sawit Baik Bersama Media dan UMKM di Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang didukung BPDP itu menjadi forum yang mempertemukan insan pers dan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan potensi produk turunan sawit bagi pengembangan usaha lokal.
Menurut Helmi, terdapat 200 jenis turunan minyak sawit yang dapat dijadikan bahan baku utama atau sampingan untuk diolah menjadi makanan, kerajinan tangan, hingga batik. Produk turunan sawit yang dapat dimanfaatkan industri atau UMKM, kata dia, antara lain minyak goreng, margarin, krimer, pengganti lemak kakao, dan biodiesel.
Ia menyebut kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang berperan menggerakkan perekonomian, termasuk UMKM. Helmi mengatakan pelaku UMKM dapat terus berinovasi, memperluas pasar, dan menciptakan kesempatan ekonomi yang lebih luas. Menurut laporan yang sama, Helmi juga menyatakan sawit menyumbang hingga 9 persen dari total ekspor nonmigas nasional dan menyerap jutaan tenaga kerja.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Markus Susanto menjelaskan bahwa banyak produk usaha kecil memanfaatkan oleokimia turunan sawit, seperti asam lemak, bahan dasar sabun, dan gliserin. Menurut dia, sebagian besar produk yang digunakan masyarakat dari pagi hingga malam, seperti sabun, kosmetik, sampo, deterjen, dan produk perawatan tubuh, mengandung oleokimia.
Markus menyebut hampir 70 persen produk oleokimia memenuhi pangsa pasar ekspor, sedangkan 30 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Menurut dia, kontribusinya bagi devisa ekspor mencapai 5 miliar sampai 6 miliar dolar per tahun.
Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya Prof. Dr. Susinggih Wijana menyatakan produk samping sawit, termasuk limbahnya, menjadi peluang bagi UMKM untuk diolah kembali. Menurut dia, pemanfaatan limbah sawit juga bagian dari ekonomi sirkular, misalnya sebagai bahan baku pakan ternak dari produksi sampai distribusi, serta sabun skala kecil hingga menengah dari turunan sawit.
Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri mengatakan media dan pelaku UMKM dapat bekerja sama memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat kelapa sawit. Ia berharap pelaku UMKM dan media dapat saling mendukung dan tumbuh bersama.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.