
ANTARA Rangkum Sejumlah Perkara Hukum
10 menit yang lalu
Saham hasil pembelian kembali direncanakan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja dan pengurus BRI.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan Manado Post, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham Tahap II dengan nilai maksimal Rp1 triliun. Rencana itu disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Kamis (22/10/2026), di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.
Pelaksanaan pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027. Rencana tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13 Tahun 2023 dan surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026.
Sekretaris Perusahaan BRI, Dhanny, menyatakan pembelian kembali saham merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Menurutnya, rencana itu juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang BRI.
Dhanny menyatakan rencana pembelian kembali saham itu mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan. Ia mengatakan BRI tetap mengutamakan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, dan tata kelola perusahaan yang baik sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut laporan yang sama, BRI menyatakan rencana aksi korporasi itu memperhitungkan kemampuan perseroan menjaga struktur permodalan yang sehat. Berdasarkan perhitungan simulasi setelah pembelian kembali saham Tahap II, indikator keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 mencatat rasio kecukupan modal sebesar 21,42 persen dan imbal hasil ekuitas sebesar 18,80 persen.
Laporan tersebut menyebut BRI menilai kapasitas permodalannya memadai untuk mendukung ekspansi usaha, menjalankan fungsi intermediasi, serta mengantisipasi risiko di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan. Saham akan dibeli pada harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan.
Saham hasil pembelian kembali direncanakan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan/atau dewan komisaris. Pengalihannya akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai ketentuan yang berlaku. BRI menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kepercayaan investor dan mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.