
IPB University dan DAAD Perkuat Kerja Sama Riset
12 menit yang lalu
Butik mewah di Prancis memperketat keamanan atau tutup menjelang demonstrasi setelah penjarahan pekan lalu.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sejumlah butik mewah di Prancis menutup etalase dengan papan pelindung dan menambah personel keamanan menjelang demonstrasi baru pada Sabtu (24/10/2026). Langkah itu diambil setelah kerusuhan dan penjarahan melanda ratusan toko di sejumlah kota pada pekan sebelumnya.
Menurut laporan yang sama, beberapa toko memilih tidak beroperasi untuk menghindari risiko kerusakan dan penjarahan. Seorang staf menyebut gerai jam tangan Rolex dan toko perhiasan De Beers di dekat Place Vendôme, Paris, tetap tutup pada Sabtu, sedangkan sejumlah toko lain, termasuk gerai jam tangan IWC milik Richemont, akan memantau situasi sebelum memutuskan tutup lebih awal.
Demonstrasi di pusat Paris itu melibatkan sejumlah kelompok, termasuk serikat mahasiswa UNEF dan kelompok Yellow Vest, gerakan protes terhadap pemerintah yang mencuat pada 2018. Aksi tersebut dijadwalkan menyuarakan penolakan terhadap tingginya biaya hidup dan pemangkasan layanan publik.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan pada Jumat (23/10/2026) bahwa pemerintah akan mengerahkan 70 ribu personel polisi, didukung unit khusus. Pengerahan itu bertujuan mencegah terulangnya kekerasan seperti yang terjadi pekan lalu.
Meski demikian, staf di gerai Louis Vuitton, Dior, dan Bulgari milik LVMH di sekitar Place Vendôme mengatakan pengamanan toko diperketat, dengan rencana tambahan pengamanan swasta. Toko serba ada Printemps di dekat lokasi itu juga menambah personel keamanan, dan juru bicaranya menyebut adanya perbaikan demi keselamatan serta penguatan perlindungan etalase dan pintu masuk.
Kepala keuangan Hermès, Eric du Halgouet, mengatakan perusahaan telah meningkatkan pengamanan di gerai-gerainya di Prancis. Namun, ia menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak peristiwa itu terhadap bisnis perusahaan.
Situasi ini menambah tantangan bagi industri barang mewah yang tengah menghadapi perlambatan permintaan dan melemahnya sentimen konsumen di berbagai negara. Sektor pariwisata juga tertekan akibat perang Iran yang berdampak pada perjalanan internasional. Melansir Reuters, LVMH, Hermès, dan Kering melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan pada bulan ini.
Lidiya Shevchenko, asisten penjualan di toko Graziella Braccialini, memperkirakan jumlah pengunjung akan berkurang selama demonstrasi berlangsung. Menurut dia, suasana dan kondisi di sekitar toko memengaruhi keputusan seseorang untuk berbelanja.
Wisatawan asal Kamboja, Jerry Lay, membeli beberapa barang di gerai Louis Vuitton di kawasan Champs-Élysées pada awal pekan ini. Setelah mengalami langsung demonstrasi pada Sabtu pekan lalu, ia mengaku akan mempertimbangkan kembali apakah akan berbelanja lagi di Prancis, dan menilai kemungkinannya berada pada posisi seimbang.