
Bamsoet Dorong Keamanan Nasional yang Adil
59 menit yang lalu
Pengembangan kota dirancang mencakup hunian terjangkau, fasilitas publik, dan konektivitas kawasan.
Terbit · 1 min read

BP BUMN dan Danantara akan memanfaatkan aset badan usaha milik negara untuk mengembangkan 12 kota masa depan. Menurut laporan ANTARA Manado, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan rencana itu dalam keterangan dari Jakarta.
Keterangan tersebut disampaikan Rabu (21/10/2026). Pengembangan direncanakan di sejumlah lokasi, termasuk Walini di Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang, Medan.
Dony mengatakan kota-kota itu dirancang dengan fasilitas seperti sekolah dan rumah sakit, serta hunian terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia menyebut, “12 smart city yang dibentuk di berbagai kota, skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya. Kemudian juga kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah.”
Menurut laporan yang sama, aset-aset BUMN tersebut akan dikonsolidasikan untuk mendukung pengembangan kawasan. Dony mendorong pembentukan badan usaha dan percepatan proses pengalihan aset agar pengembangan dapat berjalan.
Rencana itu mengintegrasikan hunian, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan infrastruktur perkotaan lainnya. Konsep pengembangan berorientasi transit juga disebut menjadi bagian perencanaan untuk mendukung konektivitas kawasan.
Untuk Padalarang, rencana pengembangan mencakup sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian. ANTARA menyebut perumahan itu direncanakan memakai skema terjangkau dengan dukungan infrastruktur dan pengembangan berorientasi transit.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membentuk kawasan perkotaan terintegrasi dan memanfaatkan aset negara menjadi kawasan produktif. Laporan ANTARA menyebut hunian terjangkau dan fasilitas publik sebagai bagian dari rencana bagi masyarakat menengah ke bawah.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.