
Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Siasati MSCI
12 menit yang lalu
DDMF menilai investasi terkoordinasi dan kemitraan diperlukan untuk memperkuat nilai tambah mineral kritis.
Terbit · 1 min read

PT Danantara Development Management Fund (DDMF) menilai rantai pasok yang tangguh diperlukan untuk mengoptimalkan nilai tambah mineral kritis. Menurut laporan ANTARA, Managing Director Development Investment DDMF M Rachmat Kaimuddin menyampaikan hal itu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Rachmat mengatakan kapasitas pengolahan saja tidak cukup. Ia menyebut investasi terkoordinasi, penguatan kemampuan domestik, rantai pasok tangguh, serta kemitraan yang dapat memobilisasi modal sebagai unsur yang diperlukan.
Laporan yang sama mengutip data Kementerian Perindustrian tentang potensi peningkatan nilai mineral melalui pengolahan. Bijih nikel yang bernilai sekitar 30 dolar AS per ton disebut dapat menjadi 3.628 dolar AS per ton setelah diolah menjadi mixed hydroxide precipitate, bahan baku baterai, atau sekitar 120 kali lipat.
Pada tahap produk baterai tertentu, nilai tambahnya disebut dapat mencapai 642 kali lipat. Dewan Ekonomi Nasional memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi Indonesia mencapai 50 miliar dolar AS hingga akhir 2026, sekitar 45 persen lebih tinggi dibandingkan nilai 2024 sebesar 34,5 miliar dolar AS.
Menurut laporan yang sama, Kementerian ESDM memperkirakan kebutuhan baterai di Indonesia mencapai 108,2 gigawatt-jam pada 2030. Untuk mendukung target pengembangan kendaraan listrik, kebutuhan kapasitas baterai diproyeksikan sebesar 780 gigawatt-jam, sementara kapasitas bahan baku yang tersedia saat ini setara 373 gigawatt-jam.
Laporan ANTARA menyebut selisih kedua angka itu sebagai ruang investasi sekitar 407 gigawatt-jam. Rachmat mengatakan negara-negara ASEAN dan Afrika memiliki kepentingan bersama agar manfaat ekonomi transisi energi juga memperkuat kemampuan industri negara penghasil mineral.
Menurut laporan ANTARA, investasi pembangunan tidak cukup dinilai dari imbal hasil finansial, tetapi juga perlu menambah kapasitas ekonomi, produktivitas, dan daya saing industri. Laporan itu menyebut mineral kritis dapat mendukung transformasi ekonomi apabila keunggulan sumber daya diolah menjadi kekuatan industri dan penguasaan teknologi.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.