
PSMS Bertekad Kembali Menang Lawan PSIS
11 menit yang lalu
Dino menilai pemerintah perlu berdialog dengan MSCI dan membenahi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor.
Terbit · 1 min read

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal meminta pemerintah menyikapi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan berbenah dan berdialog, bukan melawan. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyampaikan pandangan itu melalui akun Instagram pada Sabtu (24/10/2026).
MSCI menempatkan pasar saham Indonesia pada level standalone market. Dalam unggahannya, Dino menyebut lembaga itu sebagai organisasi non-pemerintah yang netral dan menjadi acuan investor global.
Dino menilai penurunan klasifikasi tersebut mengindikasikan adanya erosi kepercayaan di kalangan pengusaha, baik di dalam maupun luar negeri. Ia mengatakan tanda-tanda itu juga terasa di kalangan pengusaha papan atas, menengah, dan bawah.
Menurut Dino, MSCI menerapkan tolok ukur yang sama bagi berbagai negara dan tidak memiliki kepentingan politik tertentu. Ia membandingkannya dengan Dana Moneter Internasional (IMF), yang menurutnya pernah memiliki agenda ekonomi tertentu.
Dino mengatakan Indonesia pernah memperoleh indeks sebesar 1,2 persen dari MSCI, tetapi kini berada pada klasifikasi terbawah. Ia juga mencontohkan China yang, menurutnya, menyesuaikan diri dengan standar MSCI setelah tiga tahun ditolak dan akhirnya masuk kategori emerging market pada 2018.
Dino menyarankan pemerintah mengadakan diskusi intensif dan tertutup dengan MSCI, dengan sasaran skor Indonesia membaik pada Juni 2027. Ia menyebut angka satu persen sebagai sasaran, serta membandingkannya dengan skor Malaysia sebesar 0,92 persen dan Thailand 0,97 persen.
Ia juga mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Menurut Dino, pemerintah perlu menyampaikan keterangan mengenai MSCI melalui satu pintu dan menghindari pernyataan pejabat yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
Dino turut meminta agar pengerahan buzzer untuk menyerang MSCI dihentikan. Ia menyarankan pemerintah memakai momentum tersebut untuk membenahi sistem pasar modal dan memulihkan kepercayaan investor global. Ia memperingatkan, secara hipotetis, krisis keuangan dapat meluas menjadi krisis lain, dengan mengingatkan krisis moneter pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.