
Camilan Malam Bisa Memengaruhi Gula Darah
11 menit yang lalu
DSLNG meraih penghargaan inovasi teknologi dan menurunkan flaring 49 persen, melampaui target 40 persen.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menegaskan komitmen meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki. Pernyataan itu disampaikan Direktur Operasi DSLNG Adi Kustanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
“DSLNG terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki,” ujar Adi Kustanto.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah DSLNG meraih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Inovasi Teknologi Terbaik.
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan DSLNG menerapkan rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali Boil-Off Gas (BOG). Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas serta mengurangi emisi dari kegiatan operasional kilang LNG.
Melalui inovasi tersebut, DSLNG menurunkan total flaring (pembakaran gas buang) sebesar 49 persen, melampaui target penurunan sebesar 40 persen. Capaian itu menunjukkan gas yang sebelumnya berpotensi dibakar melalui sistem suar kini dapat dimanfaatkan, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan efisiensi operasional.
Adi Kustanto menyebut keberhasilan tersebut dicapai tanpa membangun fasilitas baru. Menurut dia, dengan rekayasa sistem dan optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia, DSLNG mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Adi Kustanto dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Ia mengapresiasi seluruh personel DSLNG yang mengupayakan inovasi dengan manfaat operasional, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa transformasi energi Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional. Menurut dia, transformasi itu juga meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut laporan yang sama, inovasi yang meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas dan mengurangi emisi menjadi salah satu bentuk kontribusi industri energi terhadap pengelolaan sumber daya yang lebih optimal dan berkelanjutan.