
Yusril Minta Usulan Definisi Korupsi Dikaji
14 menit yang lalu
Jejaring Gekrafs di 18 negara dinilai dapat membantu promosi dan pemasaran produk kreatif NTB.
Terbit · 2 min read

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian mendorong produk ekonomi kreatif Nusa Tenggara Barat (NTB) menembus pasar internasional dengan memanfaatkan jejaring organisasi di 18 negara. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam pengukuhan dan pelantikan pengurus Gekrafs tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-NTB di Mataram, Jumat (23/10/2026).
Kawendra mencontohkan produk kreatif dari Lombok Timur yang diharapkan dapat menjadi etalase di Inggris, Eropa, dan negara lain. Ia juga mendorong pengurus menghadirkan produk dan karya unggulan Indonesia di jaringan Gekrafs luar negeri.
Ia menyebut suvenir dan barang promosi MotoGP Mandalika yang dibuat pelaku ekonomi kreatif NTB sebagai salah satu hasil kolaborasi untuk memperkenalkan produk lokal. Menurut Kawendra, produk itu telah diperkenalkan dalam sejumlah kegiatan internasional, termasuk pelantikan pengurus Gekrafs di Moskow, Rusia.
Kawendra mengatakan dirinya turut mempromosikan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, kepada jejaring internasional Gekrafs sebagai daya tarik pariwisata Indonesia. Ia menyebut jejaring di 18 negara dapat membuka akses pasar, memperkenalkan produk unggulan, dan mendukung kolaborasi lintas negara.
Ia mengatakan konsolidasi kepengurusan Gekrafs di Tiongkok direncanakan berlangsung pada akhir Oktober. Kawendra juga meminta setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs di kabupaten dan kota se-NTB memiliki sedikitnya satu desa binaan.
Program desa binaan itu diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan produk dan pemasaran serta meningkatkan nilai tambah potensi lokal. Kawendra menilai berbagai subsektor ekonomi kreatif telah berkembang di NTB, tetapi kontribusinya perlu diperkuat agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kawendra menyebut pemerintah telah mengalokasikan Rp10 triliun untuk pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi pengembangan ekonomi kreatif. Ia meminta pelaku usaha memanfaatkan dukungan kebijakan, regulasi, dan pembiayaan tersebut agar karya dapat berkembang menjadi usaha bernilai ekonomi.
Ia juga menekankan empat agenda Gekrafs: literasi ekonomi kreatif, lahirnya pengusaha baru, perluasan lapangan kerja, serta pelestarian seni dan budaya. Dalam rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober, menurut Kawendra, kegiatan tahun ini digelar di Jakarta, tujuh provinsi lain, dan 17 negara melalui diplomasi kuliner.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.