
Danantara: DTIIF 2026 Dorong Investasi Teknologi Global
12 menit yang lalu
Geo Dipa Energi memakai laba, obligasi, dan kemitraan untuk membiayai target panas bumi 1 gigawatt.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, menyampaikan strategi ekspansi energi panas bumi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Menurut laporan CNBC Indonesia, strategi itu diarahkan untuk mencapai target 1 gigawatt.
Penjelasan tersebut disampaikan di Jakarta dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu (21/10/2026) bersama pewawancara Aulia Wardhani.
Menurut laporan CNBC Indonesia, Geo Dipa Energi menggunakan laba perusahaan untuk penambahan ekuitas berikutnya.
Penerbitan obligasi juga menjadi bagian strategi pembiayaan. Menurut laporan yang sama, obligasi itu diharapkan bisa dirilis pada 2028.
Selain laba dan obligasi, kemitraan dengan pihak lain menjadi strategi pembiayaan proyek panas bumi guna mencapai target 1 gigawatt.
Untuk memitigasi risiko dan menarik investasi, Geo Dipa Energi memperkuat kajian dan survei geologi. Langkah itu ditujukan untuk mendapatkan kepastian akses terhadap sumber energi panas bumi.
Bersama Kementerian Keuangan, Geo Dipa Energi juga mengeluarkan GREM (Geothermal Risk Exploration Mitigation) dan paket Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi (PISP). Keduanya disebut sebagai upaya membagi risiko eksplorasi panas bumi.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.