
Maleki Sebut Iran Siapkan Taktik Baru
12 menit yang lalu
Emas melemah di tengah kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi.
Terbit · 1 min read

Harga emas dunia turun 2,81 persen pada perdagangan Kamis (22/10/2026), ditutup di US$4.023,98 per troy ons. Menurut laporan CNBC Indonesia yang merujuk Refinitiv, harga tersebut merupakan level terendah sejak 20 Juli 2026.
Pada Jumat (23/10/2026) pukul 06.46, harga emas sedikit menguat 0,01 persen menjadi US$4.024,46 per troy ons. Angka itu merupakan pergerakan pada waktu tersebut, bukan harga penutupan hari itu.
Laporan yang sama menyebut kenaikan harga minyak sekitar 3 persen ke level tertinggi dalam lima bulan memicu kekhawatiran inflasi. Serangan Houthi di Arab Saudi disebut menambah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi dari kawasan eksportir utama.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan kenaikan harga energi memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Menurut laporan tersebut, ia menilai kondisi itu memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan berpotensi menaikkan suku bunga lagi.
Emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi tidak memberikan imbal hasil bunga. Karena itu, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik logam mulia tersebut.
Tekanan terhadap emas juga berkaitan dengan data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat yang melampaui perkiraan pada pekan sebelumnya. Data itu memperkuat alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat, meski pejabat Federal Reserve diperkirakan belum mengubah suku bunga dalam pertemuan 27–28 Oktober 2026.
Menurut laporan yang sama, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sebesar 78 persen berdasarkan CME FedWatch Tool. Investor juga menantikan data belanja konsumsi pribadi Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit 29 Oktober 2026.
Ekonom Intesa Sanpaolo memperkirakan harga emas berpotensi bergerak di sekitar rata-rata US$4.200 per troy ons selama beberapa kuartal ke depan, dengan volatilitas yang masih tinggi. Mereka mengaitkan perkiraan itu dengan penurunan tajam permintaan perhiasan global.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.