
Xiaomi Konfirmasi Redmi Book 16 2027 Berpapan Numerik
13 menit yang lalu
Herry menilai keberhasilan DSI perlu diukur dari akurasi pencatatan ekspor dan penguatan pengawasan.
Terbit · 2 min read

Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai keberhasilan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) perlu diukur dari penguatan pengawasan, transparansi transaksi, dan akurasi pencatatan nilai ekspor. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pandangan itu dalam keterangan resmi di Jakarta pada Minggu (25/10/2026).
Herry mengingatkan bahwa DSI dibentuk untuk menekan kebocoran ekspor dan memperkuat pengawasan perdagangan komoditas sumber daya alam. Cakupan komoditas DSI saat ini meliputi batu bara, minyak sawit, dan ferro alloy.
Menurut Herry, besarnya nilai perdagangan ketiga komoditas itu membuat sistem untuk mengidentifikasi penyimpangan transaksi ekspor diperlukan. Ia menilai DSI semestinya menjadi instrumen penguatan tata kelola ekspor, bukan hanya entitas bisnis baru.
Herry mengatakan orientasi bisnis yang terlalu dominan berisiko menggeser tujuan pembentukan DSI. Ia menilai ekspor satu pintu perlu didukung pengawasan terintegrasi yang menghubungkan data transaksi, nilai penjualan, volume komoditas, dan harga pasar internasional.
Menurut laporan yang sama, Herry menyebut pencocokan data dapat membantu mendeteksi anomali harga dan volume, termasuk indikasi pengurangan nilai faktur dan transfer pricing yang berpotensi mengurangi penerimaan negara. Ia juga mengingatkan agar DSI tidak menduplikasi kewenangan kementerian dan lembaga di bidang perdagangan, perpajakan, kepabeanan, dan pengawasan.
Herry menilai DSI sebaiknya memberi nilai tambah melalui integrasi data, verifikasi transaksi, dan identifikasi risiko, bukan menambah lapisan birokrasi bagi pelaku usaha. Ia menyebut ukuran keberhasilan yang relevan mencakup akurasi pencatatan nilai ekspor, berkurangnya anomali transaksi, membaiknya kepatuhan pelaku usaha, serta meningkatnya kemampuan pemerintah mendeteksi kebocoran.
Herry mencontohkan TradeNet di Singapura sebagai sistem elektronik terpadu untuk pengajuan dan pemrosesan dokumen perdagangan yang menghubungkan pelaku usaha dengan instansi pemerintah. Ia juga menyebut pengelolaannya didukung CrimsonLogic, perusahaan solusi teknologi yang memiliki keterkaitan kepemilikan dengan Temasek.
Berkaca pada contoh tersebut, Herry menilai DSI perlu mengelola ekosistem perdagangan terintegrasi, bukan sekadar menjalankan transaksi ekspor. Menurutnya, kejelasan fungsi, integrasi data, pembagian kewenangan, dan pengawasan terukur diperlukan agar tata kelola membaik tanpa mengorbankan efisiensi dan daya saing ekspor.