
Sekitar 45.000 Warga Korea Selatan Memeluk Islam
10 menit yang lalu
IHSG naik 1,14 persen, ditopang sektor energi dan material dasar; investor juga mencermati sejumlah sentimen pasar.
Terbit · 1 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,14 persen pada sesi pertama perdagangan di Jakarta, Jumat (23/10/2026), mencapai 5.449,09 atau naik 61,18 poin. Menurut laporan CNBC Indonesia, penguatan itu ditopang terutama oleh sektor energi dan material dasar.
Pada pukul 10.24 WIB, IHSG berada di level tersebut setelah dibuka pada 5.397,34, naik 0,18 persen. Hingga pukul 10.23 WIB, volume perdagangan tercatat 161,48 juta lot dengan nilai transaksi Rp5,08 triliun.
Mengutip data Refinitiv, sektor energi naik 2,3 persen, sektor material dasar menguat 2 persen, dan sektor konsumer kritikal naik 1,9 persen. Saham AMMN, ASII, BYAN, EMAS, dan DSSA termasuk saham yang mengangkat indeks.
Menurut laporan yang sama, saham BBCA, DCII, MEGA, MTEL, dan BREN termasuk penekan pergerakan IHSG. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan pemerintah, kondisi industri perbankan, dan likuiditas perekonomian.
Perhatian dari dalam negeri mencakup pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan badan usaha milik negara. Pertumbuhan kredit perbankan yang disebut mencapai level tertinggi dalam satu dekade serta rencana perluasan akses rekening bank juga menjadi sorotan.
Investor menantikan data uang beredar September 2026 dari Bank Indonesia setelah pertumbuhannya melambat selama dua bulan berturut-turut. Bursa Efek Indonesia juga akan mengecualikan saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi dari penghitungan IHSG mulai 2 November 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang dikutip CNBC Indonesia, perubahan aturan itu bertujuan membuat indeks lebih mencerminkan dinamika pasar. Dari luar negeri, pasar turut mencermati pelemahan Wall Street dan data inflasi Jepang untuk September.
Data Biro Statistik Jepang menunjukkan inflasi tahunan Jepang mencapai 2,1 persen pada September 2026, naik dari 1,9 persen dalam dua bulan sebelumnya. Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan segar tetapi tetap mencakup energi, juga tercatat 2,1 persen, naik dari 1,7 persen pada Agustus dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.