
Kemdiktisaintek Dorong Riset Material Maju di Papua
11 menit yang lalu
Enam indeks saham dunia naik lebih dari 50 persen, sementara IHSG masih melemah sepanjang tahun.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip data Trading Economics, enam indeks saham dunia mencatat kenaikan lebih dari 50 persen sejak awal 2026. Indeks IBC Venezuela berada di posisi teratas dengan kenaikan 356,28 persen ke level 9.501.
Laporan tersebut membandingkan kinerja sejumlah bursa dunia dengan pasar saham Indonesia. Pada Jumat (23/10/2026), IHSG dibuka di level 5.397,34, naik 9,43 poin atau 0,18 persen.
Kenaikan indeks Venezuela terjadi di tengah inflasi tinggi, pelemahan mata uang, dan likuiditas pasar yang tipis. Karena itu, kenaikan nominal dalam bolivar belum tentu mencerminkan keuntungan riil yang setara bagi investor.
Laporan yang sama menyebut perubahan politik dan harapan pemulihan ekonomi sebagai faktor yang turut mendorong pasar Venezuela. Presiden Nicolás Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat pada 3 Januari 2026, menurut laporan tersebut.
Setelah Venezuela, indeks DSEI Tanzania naik 64,02 persen ke level 4.530. Uganda mencatat kenaikan 61,27 persen, sedangkan indeks GGSECI Ghana menguat 61,08 persen.
Di Asia, indeks TAIEX Taiwan naik 58,96 persen ke posisi 46.041. Laporan CNBC Indonesia menyebut saham teknologi dan semikonduktor sebagai salah satu penopang pasar Taiwan; indeks NSE All Share Nigeria naik 57,41 persen ke level 244.957.
Sebaliknya, IHSG masih turun 37,02 persen sejak awal tahun meski menguat selama tiga hari perdagangan hingga Kamis (22/10/2026) dan kembali dibuka di zona hijau pada Jumat (23/10/2026). Dalam perbandingan 35 indeks global yang dirilis BEI per 16 Oktober 2026, IHSG tercatat melemah 40,04 persen dan berada di posisi terbawah.
Laporan tersebut menyebut IHSG sempat mencapai rekor 9.134,7 pada 20 Januari 2026, lalu turun ke 4.996,6 pada 19 Oktober. Pada Jumat (16/10/2026), indeks merosot 11,57 persen ke 5.185,1 setelah perdagangan dihentikan sementara; penurunan itu disebut sebagai yang terdalam dalam sehari sejak krisis 1998.
Salah satu tekanan yang disebut adalah pengumuman MSCI pada 15 Oktober mengenai konsultasi kemungkinan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri. Perhatian MSCI mencakup transparansi kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.
Pada pekan tersebut, IHSG kehilangan 14,91 persen nilainya. Kapitalisasi pasar BEI menyusut sekitar Rp1.544 triliun, sementara investor asing mencatat jual bersih Rp3,34 triliun pada 16 Oktober, menurut laporan CNBC Indonesia.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.