
Danantara Manfaatkan Aset BUMN untuk 12 Kota
17 menit yang lalu
ISEI Manado menilai dampak ekonomi MBG bergantung pada pasokan lokal dan keseimbangan harga pangan.
Terbit · 1 min read

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado, Prof. Joy Tulung, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. Menurut laporan ANTARA Manado, program itu memiliki dimensi investasi jangka panjang dalam kualitas sumber daya manusia.
Joy menyampaikan pernyataan tersebut di Manado pada Rabu (21/10/2026), menurut laporan ANTARA Manado yang terbit Kamis (22/10/2026).
Menurut Joy, kebutuhan MBG dapat menciptakan permintaan terhadap beras, telur, ikan, sayuran, buah-buahan, dan produk peternakan. Peluang itu dapat dimanfaatkan petani, nelayan, peternak, pedagang pasar, serta UMKM penyedia bahan pangan di Sulawesi Utara.
Ia mengatakan besarnya manfaat ekonomi bergantung pada rantai pasok program. Jika sebagian besar bahan pangan berasal dari produsen lokal, perputaran uang akan lebih banyak berlangsung di Sulawesi Utara.
Sebaliknya, menurut Joy, penggunaan bahan baku dari luar daerah dapat membuat sebagian manfaat ekonomi mengalir keluar. Karena itu, asal pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam dampak ekonomi program.
Joy juga mengingatkan peningkatan permintaan pangan perlu diimbangi kenaikan produksi dan kelancaran distribusi agar tidak menambah tekanan harga. Ia menyebut Sulawesi Utara masih menghadapi persoalan inflasi pangan, terutama pada sejumlah komoditas hortikultura.
Ia menilai pelaksanaan MBG perlu terintegrasi dengan kebijakan peningkatan produksi pertanian, peternakan, dan perikanan, serta pengendalian inflasi daerah.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.