
Apindo Dorong UMKM Perkuat Inovasi dan Kepemimpinan
10 menit yang lalu
Pemeliharaan jalan tol disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan dijadwalkan untuk mengurangi gangguan perjalanan.
Terbit · 1 min read

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), mengoptimalkan pemeliharaan jalan tol secara terencana untuk menjaga keandalan infrastruktur dan mendukung keselamatan serta kelancaran perjalanan. Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan hal itu di Jakarta pada Sabtu (24/10/2026).
Perusahaan menyatakan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga jalan tol memenuhi Standar Pelayanan Minimal dan mengurangi gangguan perjalanan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi perkerasan serta tingkat kerusakan di lapangan.
Rivan mengatakan preservasi berkala diperlukan karena jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari. Menurut laporan yang sama, ia menyebut pemeliharaan yang tepat turut menjaga keandalan infrastruktur dalam jangka panjang.
Jasa Marga juga mengaitkan langkah tersebut dengan transformasi layanan yang berorientasi pada pengalaman dan perjalanan pengguna. Rivan mengatakan upaya itu selaras dengan arahan Danantara Indonesia untuk mendorong peningkatan kualitas layanan BUMN.
Salah satu tantangan yang disebut Rivan ialah kendaraan dengan muatan berlebih atau ODOL. Beban yang melampaui kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan perkerasan, memperpendek umur layanan, dan meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.
Metode penanganan disesuaikan dengan jenis dan tingkat kerusakan. Kerusakan ringan dapat ditangani dengan penambalan, sedangkan pengikisan dan penggantian lapisan aspal digunakan ketika kualitas lapisan menurun.
Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, terutama pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, dengan mempertimbangkan lalu lintas dan kebutuhan di lapangan. Untuk kerusakan berat, rekonstruksi dapat mencakup pembongkaran bagian yang rusak serta perbaikan fondasi atau penggantian pelat beton.
Menurut laporan yang sama, rekonstruksi berlangsung sekitar satu hingga empat hari, bergantung pada tingkat kerusakan, metode, dan kondisi lapangan. Pada pekerjaan beton, jalan dapat dibuka kembali setelah persyaratan teknis terpenuhi; Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan mengantisipasi waktu perjalanan, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan. Rivan mengatakan pekerjaan terus dievaluasi untuk mengurangi gangguan tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan.