
Danantara Manfaatkan Aset BUMN untuk 12 Kota
37 menit yang lalu
Joy menyoroti pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus mengingatkan pentingnya pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Terbit · 1 min read

Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Joy Tulung, menilai ekonomi Indonesia tumbuh positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut laporan ANTARA Manado, ia menyampaikan penilaian itu di Manado.
Joy mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen. Pemerintah juga melaporkan realisasi investasi sekitar Rp3.923 triliun selama Oktober 2024 hingga September 2026, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,49 juta orang.
Menurut Joy, angka investasi tersebut menunjukkan aktivitas investasi terus berlangsung. Namun, ia menilai keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kualitas investasi dan jumlah tenaga kerja lokal yang terserap.
Ia menambahkan, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta nilai tambah yang dirasakan masyarakat perlu menjadi perhatian. Joy mengatakan investasi semestinya memberi efek pengganda, bukan hanya menguntungkan wilayah atau kelompok usaha tertentu.
Joy menyebut Sulawesi Utara berpeluang memperoleh manfaat dari kebijakan ekonomi nasional melalui investasi, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM. Pada triwulan II 2026, ekonomi provinsi itu tumbuh 5,42 persen, sedangkan investasi yang tercermin melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 7,12 persen.
Meski pertumbuhan Sulawesi Utara lebih tinggi daripada angka nasional sebesar 5,29 persen, Joy meminta kualitas pertumbuhan turut diperhatikan. Menurutnya, konsumsi rumah tangga di provinsi itu tumbuh 3,63 persen dan sektor perdagangan 2,09 persen, sehingga pertumbuhan yang tinggi belum tentu menunjukkan penguatan daya beli secara merata.
Joy mengatakan tantangan Sulawesi Utara adalah mengarahkan investasi ke sektor produktif, antara lain pertanian, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia menyebut potensi kelapa, perikanan, hortikultura, dan pariwisata perlu didukung industri pengolahan, akses pembiayaan, infrastruktur logistik, serta perluasan pasar.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.