
Persib Hadapi Isenmulang di Si Jalak Harupat
29 menit yang lalu
Kemenhub menjalankan berbagai skema pemanfaatan BMN dan menelaah masukan dari penjajakan minat pasar.
Terbit · 2 min read

Kementerian Perhubungan mengoptimalkan pemanfaatan barang milik negara (BMN) melalui berbagai skema kerja sama untuk meningkatkan investasi, nilai aset, penerimaan negara, dan kualitas layanan infrastruktur transportasi. Menurut laporan ANTARA, Sekretaris Jenderal Kemenhub Arif Toha menyampaikan hal itu di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Kemenhub menyatakan pengelolaan BMN dilakukan secara tertib, profesional, transparan, dan akuntabel dengan memperhatikan peraturan serta kepentingan negara.
Arif mengatakan, “Barang milik negara ini merupakan bagian dari kekayaan negara yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.” Pengelolaan BMN tidak hanya berfokus pada administrasi dan pencatatan aset, tetapi juga memastikan pemanfaatannya tepat dan memberi manfaat.
Kemenhub mendorong pemanfaatan BMN sesuai karakteristik aset dan ketentuan yang berlaku, antara lain melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur bandara dan pelabuhan di sejumlah daerah. Menurut laporan yang sama, skema yang telah dilaksanakan mencakup 19 Kerja Sama Pemanfaatan, 11 sewa untuk penyediaan infrastruktur, serta lima Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur dalam proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.
Arif menyebut pemanfaatan aset perlu mendukung penerimaan negara, penyelenggaraan pemerintahan, penyediaan infrastruktur, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga mengatakan keberhasilan optimalisasi tidak hanya diukur dari jumlah skema yang dijalankan.
Kemenhub menilai optimalisasi perlu ditopang perencanaan matang, evaluasi berkelanjutan, serta kerja sama yang mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kelayakan. Partisipasi dunia usaha disebut sebagai salah satu unsur untuk mengembangkan pemanfaatan BMN secara efektif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Kemenhub menggelar penjajakan minat pasar untuk optimalisasi BMN di Jakarta. Kegiatan itu menjadi sarana komunikasi pemerintah dengan dunia usaha untuk menjajaki peluang dan memperoleh masukan terkait pemanfaatan aset.
Melalui forum tersebut, pemerintah dapat mengumpulkan gambaran mengenai minat pasar, peluang usaha, kebutuhan investasi, dan aspek yang perlu diperhatikan dalam rencana pemanfaatan. Pelaku usaha juga dapat menyampaikan pandangan dan masukan berdasarkan pengalaman serta kapasitas masing-masing.
Kemenhub akan menelaah hasil penjajakan minat pasar secara objektif dan profesional sebagai bahan penyempurnaan rencana pemanfaatan BMN serta pertimbangan langkah tindak lanjut. Kementerian menyatakan setiap kerja sama perlu memastikan kewajiban para pihak terpenuhi dan aset negara tetap terjaga.