
Prabowo Siapkan Kredit Rp400 Triliun untuk 2027
13 menit yang lalu
Kemenkeu fokus menjaga fiskal dan berkoordinasi dengan BI saat rupiah melemah.
Terbit · 1 min read

Kementerian Keuangan menyatakan akan menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan terhadap rupiah dan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mendukung stabilitas ekonomi. Menurut laporan CNBC Indonesia, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sistem Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin menyampaikan hal itu.
Herman berbicara kepada awak media di Jakarta pada Kamis (22/10/2026). Pada penutupan perdagangan hari yang sama, rupiah berada di level Rp18.045 per dolar AS.
Herman mengatakan penanganan rupiah dari sisi moneter merupakan ranah BI, sedangkan Kemenkeu berfokus menjaga kondisi fiskal. “Kalau dari rupiah, teman-teman BI yang bisa jawab lebih detail. Prinsipnya adalah kalau dari sisi kami, kita jaga sisi fiskalnya,” ujarnya.
Ia menyatakan pemerintah menghormati independensi BI dalam menjalankan kebijakan moneter. Menurut Herman, kebijakan fiskal dan moneter perlu berjalan beriringan untuk mendukung stabilitas ekonomi.
Herman menggambarkan koordinasi pemerintah dan bank sentral seperti kerja tim dengan peran berbeda. Ia menjelaskan bahwa dalam kerja sama tersebut ada pihak yang bertahan, menyerang, atau mengatur permainan.
Menurut laporan yang sama, Herman juga menyebut BI telah menurunkan giro wajib minimum (GWM), sementara suku bunga acuan masih dipertahankan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, rupiah melemah 0,25 persen atau 45 poin pada penutupan Kamis (22/10/2026), dibandingkan posisi Rp18.000 per dolar AS pada Rabu (21/10/2026). Laporan itu menyebut pelemahan terjadi meskipun indeks dolar AS bergerak turun.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.