
Nagelsmann Masuk Radar Pengganti Carrick di MU
15 menit yang lalu
Biaya energi yang meningkat menambah beban warga berpenghasilan rendah dan organisasi penyalur makanan.
Terbit · 2 min read

Kenaikan biaya hidup dan bahan bakar di Amerika Serikat menambah kesulitan warga berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan obat-obatan. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, tekanan itu juga meningkatkan biaya operasional organisasi bantuan pangan.
Kisah Tonya King, warga Detroit berusia 65 tahun, menjadi salah satu gambaran kondisi tersebut. Pada Kamis (22/10/2026), ia menerima sekotak bahan makanan yang diperkirakan cukup untuk enam anggota keluarganya selama dua minggu.
Bantuan itu diantarkan Frank Kubik, direktur program bantuan pangan organisasi nirlaba Focus: Hope. Program tersebut terutama melayani lansia berpenghasilan rendah, tetapi kenaikan harga bensin membuat sebagian penerima kesulitan mencapai lokasi pembagian.
Menurut laporan yang sama, harga pangan yang meningkat turut mendorong kebutuhan bantuan di berbagai wilayah AS. Kenaikan harga diesel yang dikaitkan dengan perang yang dipimpin AS terhadap Iran menambah ongkos pengiriman, sementara tekanan inflasi dan pemangkasan bantuan pemerintah memperberat keadaan.
King mengatakan ia harus mempertimbangkan apakah akan membeli obat kejang atau obat diabetes. Keluarganya juga menghadapi masalah pada tempat tinggal, termasuk tungku pemanas yang rusak dan ketiadaan air mengalir selama lebih dari sebulan.
Focus: Hope kini menyalurkan 1.300 kotak makanan per bulan kepada lansia berpenghasilan rendah, meningkat dari 800 kotak pada awal tahun. Namun, kenaikan harga bahan bakar membuat pengiriman bantuan tersebut lebih mahal.
Di California, Kym Dildine, salah satu CEO Central California Food Bank, mengatakan pengeluaran organisasinya untuk diesel naik 61 persen pada Juli hingga September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menyebut biaya tambahan itu setara dengan sekitar seperempat juta porsi makanan yang dananya harus dialihkan untuk bahan bakar; organisasi tersebut memasok badan amal yang melayani lebih dari 300.000 orang setiap bulan.
Reuters juga melaporkan lebih dari 4,7 juta orang di AS kehilangan manfaat Program Bantuan Gizi Tambahan sejak undang-undang pajak dan belanja yang diusung Presiden Donald Trump berlaku pada tahun sebelumnya. Menjelang pemilu sela 3 November 2026, jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan hampir separuh pemilih terdaftar menyebut biaya hidup sebagai faktor terpenting dalam menentukan pilihan mereka. Di Michigan, kandidat Senat Abdul El-Sayed dan Mike Rogers menawarkan pendekatan berbeda untuk mengatasi persoalan keterjangkauan hidup.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.