
Sudin SDA Jakpus Bangun Tangki Septik di Cempaka Baru
12 menit yang lalu
KJRI Guangzhou mencatat lima kesepakatan dagang dan investasi dengan transaksi 90 juta dolar AS di TEI ke-41.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, China, mencatat transaksi bisnis senilai 90 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.047) pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.
TEI ke-41 diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Dalam ajang itu, lima kesepakatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China selatan telah ditandatangani.
Menurut laporan yang sama, kesepakatan tersebut mencakup sektor kosmetik, energi, kawasan industri, teknologi informasi, dan sektor lainnya. KJRI Guangzhou juga mencatat potensi perdagangan biji kopi luwak senilai lebih dari 74.000 dolar AS.
Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyoroti tiga poin utama dalam sesi forum bisnis Indonesia-China bertajuk "Peluang Baru, Koneksi yang Lebih Kuat, dan Kemitraan yang Semakin Mendalam". Pertama, kemitraan kedua negara menjadi contoh diplomasi yang membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Kedua, pelaku usaha China berperan strategis dalam mewujudkan diplomasi tersebut.
Poin ketiga, Djauhari optimistis kerja sama perdagangan kedua negara terus menguat. "Kami meyakini kerja sama perdagangan Indonesia-China akan terus menguat dengan nilai yang dapat mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS," kata Djauhari dalam forum tersebut, seperti dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi delegasi bisnis China yang menghadiri TEI 2026. Menurut dia, kehadiran mereka mencerminkan kepercayaan terhadap potensi ekonomi Indonesia dan menunjukkan hubungan dagang kedua negara masih memiliki ruang luas untuk dikembangkan.
Dyah menyebut Indonesia memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi memenuhi kebutuhan pasar China, antara lain produk pertanian dan pangan olahan, kopi, kakao, rempah-rempah, produk perikanan, serta produk manufaktur dan komoditas bernilai tambah lainnya. Ia juga melihat peluang memperkuat kemitraan melalui pengembangan rantai pasokan, kerja sama industri, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas produksi, dan pengembangan produk sesuai kebutuhan konsumen.
Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dengan China selatan mencapai 48,7 miliar dolar AS, atau 30 persen dari total perdagangan Indonesia-China. Pada periode yang sama, China selatan menyumbang 30 persen dari total investasi antara Indonesia dan China, yang menurut laporan itu mencapai 7,5 miliar dolar AS.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.