
China Kaji Pengetatan Fitur Mobil Modern
9 menit yang lalu
KKP menyiapkan Mini RAS di 40.000 desa hingga 2029 dan empat pelabuhan perikanan modern.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mengembangkan budi daya ikan berbasis mini recirculating aquaculture system (Mini RAS) di 40.000 desa hingga 2029.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan rencana itu dalam dialog di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis (22/10/2026). Menurut laporan tersebut, program ini merupakan bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo dalam pemenuhan gizi protein ikan budi daya bagi masyarakat Indonesia.
Menurut laporan yang sama, program Mini RAS dikembangkan setelah studi banding ke Jepang, China, hingga Eropa mengenai teknologi recirculating aquaculture system yang berkelanjutan.
Setiap titik desa ditargetkan menghasilkan 30 ton ikan, antara lain nila, lele, hingga kerapu. Dengan target itu, produksi diharapkan mencapai 1,2 juta ton ikan per tahun.
Program ini juga disebut akan menciptakan hingga 80 ribu lapangan kerja. Selain itu, program mendorong pengembangan industri bibit hingga 15 miliar ekor bibit ikan, serta industri pakan ikan.
Di luar budi daya, KKP mendorong penguatan industri kelautan dan perikanan nasional melalui pembangunan empat pelabuhan perikanan modern bertaraf internasional. Pelabuhan-pelabuhan itu ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2028.
Modernisasi empat pelabuhan tersebut diharapkan memberi wajah baru bagi pelabuhan perikanan Indonesia. Langkah ini juga diharapkan menaikkan kelas industri penangkapan, industri pengolahan, dan awak kapal penangkapan.
Menurut laporan itu, langkah tersebut diharapkan mendorong kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi. Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan kerja Awak Kapal Perikanan serta mendukung pemenuhan protein dan gizi masyarakat.
Untuk mendukung penyediaan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan, KKP menggabungkan 11 politeknik vokasi binaannya menjadi Institut Kelautan Indonesia atau Ocean Institute of Indonesia (OII).