
ASDP Merak Akan Apungkan Kembali KMP Batu Mandi
13 menit yang lalu
Konsumsi listrik layanan pengisian daya kendaraan listrik dan layanan data internet di Tiongkok naik tajam pada September 2026.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, konsumsi listrik untuk layanan pengisian daya kendaraan listrik dan layanan data internet di Tiongkok melonjak pada September. Data resmi yang dirilis pada Rabu (21/10/2026) itu menandakan kuatnya permintaan dari industri kendaraan energi baru dan industri digital.
Menurut Administrasi Energi Nasional Tiongkok, konsumsi listrik layanan pengisian daya dan penukaran baterai mencapai 16,8 miliar kilowatt-jam pada September, naik 57 persen secara tahunan. Konsumsi listrik layanan data internet naik 35,4 persen menjadi 9,8 miliar kilowatt-jam.
Pada September, pangsa penjualan kendaraan energi baru mencapai rekor 61,6 persen dari total penjualan mobil baru bulanan di Tiongkok. Angka itu menandai bulan ketiga berturut-turut pangsa penjualan tersebut melampaui 60 persen, sementara pangsa kumulatif selama tiga kuartal pertama naik menjadi 53,6 persen.
Menurut laporan yang sama, daya komputasi cerdas Tiongkok hingga akhir September mencapai 2.592 EFLOPS, naik 146 persen secara tahunan. EFLOPS adalah satuan performa komputasi, dan setiap satuannya mewakili 1 kuintiliun operasi bilangan titik mengambang per detik.
Total konsumsi listrik Tiongkok pada September mencapai 899,7 miliar kilowatt-jam, naik 1,2 persen secara tahunan. Konsumsi listrik industri primer mencapai 13,5 miliar kilowatt-jam atau naik 4,1 persen, sedangkan industri sekunder naik 1,7 persen menjadi 580 miliar kilowatt-jam. Industri tersier meningkat 4,9 persen menjadi 185,2 miliar kilowatt-jam.
Konsumsi listrik industri berteknologi tinggi dan manufaktur peralatan naik 4,6 persen secara tahunan menjadi 116,7 miliar kilowatt-jam pada September. Menurut laporan tersebut, meski konsumsi listrik keseluruhan tumbuh moderat, kenaikan di sektor ini jauh lebih cepat, yang menandakan semakin besarnya peran manufaktur canggih dalam perekonomian Tiongkok.
Laporan itu menyebut konsumsi listrik secara luas dipandang sebagai barometer aktivitas ekonomi karena perubahan permintaannya dapat menggambarkan perubahan struktur industri dan pendorong pertumbuhan. Lonjakan penggunaan listrik oleh layanan pengisian daya dan layanan data juga disebut menggarisbawahi munculnya sumber permintaan baru yang terkait dengan transisi hijau dan digital.
Pada tiga kuartal pertama 2026, total konsumsi listrik Tiongkok naik 3,9 persen secara tahunan menjadi 8,07 triliun kilowatt-jam. Pada periode yang sama, konsumsi listrik layanan pengisian daya dan penukaran baterai melonjak 55,4 persen, sedangkan layanan data internet meningkat 41,6 persen.
Menurut laporan perkembangan industri tenaga listrik tahunan Tiongkok yang dirilis Dewan Kelistrikan Tiongkok pada Juli, total konsumsi listrik nasional pada 2026 diperkirakan naik 5 persen hingga 6 persen secara tahunan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.