
Saan Mustopa: Pendidikan Memutus Kemiskinan
13 menit yang lalu
Samindo mencatat kenaikan laba dan volume jasa pertambangan hingga September 2026.
Terbit · 1 min read

PT Samindo Resources Tbk (MYOH), emiten jasa pertambangan batu bara, membukukan laba bersih 17,47 juta dolar AS hingga kuartal ketiga 2026, naik 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut laporan ANTARA yang terbit 2 November 2026, laba tersebut melampaui target perusahaan.
Dalam keterangan resmi perusahaan di Jakarta, Sekretaris Perusahaan Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir menyatakan laba itu 17 persen di atas target rencana kerja sebesar 14,89 juta dolar AS. Angka operasional yang disampaikan mencakup periode Januari hingga September 2026.
Ahmad mengatakan kenaikan laba mencerminkan upaya perusahaan mengoptimalkan kesiapan alat berat, memanfaatkan kondisi cuaca kerja yang kondusif, dan menjaga efisiensi biaya operasional. Ia juga menyebut produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama melampaui target tahun berjalan.
Menurut laporan yang sama, volume pemindahan batuan penutup mencapai 28,32 juta bcm hingga September 2026, naik 23 persen dari 23,04 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut 11 persen di atas target 25,59 juta bcm.
Produksi batu bara selama Januari-September 2026 mencapai 4,20 juta ton, meningkat 11 persen dari 3,76 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025 dan 13 persen di atas target. Volume pengangkutan batu bara tercatat 18,24 juta ton, dibandingkan 17,71 juta ton pada periode sebelumnya, serta melampaui target perusahaan.
Ahmad menyebut capaian operasional itu didukung cuaca tambang yang lebih kondusif dengan jam hujan lebih rendah, jarak angkut di area tambang yang lebih pendek, dan ketersediaan alat berat yang meningkat. Ia juga menyatakan perusahaan mempertahankan catatan tanpa korban jiwa.
Perusahaan juga mengoperasikan tambahan unit truk jungkit besar dan memperoleh tambahan volume kontrak dari klien utama, masing-masing 1 juta bcm untuk pemindahan batuan penutup dan 1 juta ton untuk batu bara. Ahmad menyampaikan optimisme bahwa tren pertumbuhan akan berlanjut hingga akhir 2026; Samindo Resources menjalankan jasa pertambangan melalui enam anak perusahaan.