
Maleki Sebut Iran Siapkan Taktik Baru
14 menit yang lalu
Rangkuman mencakup penyaluran KUR, pembiayaan produktif, konsesi tambang, kampung nelayan, dan ekspor energi.
Terbit · 1 min read

ANTARA merangkum lima berita ekonomi yang menjadi perhatian pada Kamis (22/10/2026), dalam laporan yang terbit Jumat (23/10/2026). Topiknya mencakup penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga evaluasi kontrak ekspor energi.
Menurut laporan ANTARA, pemerintah mencatat penyaluran KUR mencapai Rp257,84 triliun hingga 20 Oktober 2026. Jumlah itu setara 87 persen dari plafon tahun ini dan menjangkau 4 juta debitur.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan angka penyaluran KUR dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026), menurut laporan ANTARA.
Dalam rapat yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengungkap penerimaan laporan mengenai lima area konsesi dengan nilai cadangan mineral yang diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun. Ia mengingatkan jajaran kementerian dan lembaga agar tidak terlalu mudah memberikan izin konsesi atau izin usaha pertambangan.
Prabowo juga menyerahkan secara simbolis akad kredit atau pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun. Menurut ANTARA, pembiayaan itu disalurkan kepada 2.106.401 debitur, termasuk pelaku UMKM, petani, nelayan, dan wirausaha lainnya pada periode Agustus-Oktober 2026; prosesi berlangsung di Jiexpo Convention Centre, Jakarta.
Menurut laporan ANTARA, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi pada awal 2027, sebagai bagian dari target pembangunan 5.000 kampung nelayan yang ditargetkan selesai secara bertahap. Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menyampaikan hal itu di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/10/2026).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan akan mengevaluasi kontrak ekspor energi dengan negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia. Dalam acara peresmian penerimaan gas JNE#6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha - South Hub yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis (22/10/2026), Bahlil mengatakan, “Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia,” menurut laporan ANTARA.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.