
Topan Champi Picu Pemadaman Listrik di Taiwan
10 menit yang lalu
Menperin menilai produk UMKM fesyen dan kerajinan berbahan alami berpeluang diekspor lewat pasar digital dan pariwisata.
Terbit · 2 min read

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji optimistis produk fesyen dan kerajinan ramah lingkungan buatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia mampu menembus pasar global. Menurut laporan ANTARA, optimisme itu didasari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Sarmuji menyampaikan hal tersebut di Denpasar, Bali, Sabtu (24/10/2026). “Peluang pemasarannya sangat terbuka luas karena isu lingkungan, isu kesehatan sekarang menjadi perhatian masyarakat, menjadi fokus bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat dunia,” ujarnya.
Menurut Sarmuji, produk berbahan baku alami memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional. Kondisi itu disebut menjadi peluang bagi pelaku industri kreatif untuk memperluas pemasaran hingga ke mancanegara.
Ia menjelaskan, strategi pemasaran dapat diperkuat dengan membangun jejaring bersama komunitas yang peduli pada lingkungan hidup. Komunitas tersebut berpotensi menjadi pasar sekaligus sarana memperkenalkan nilai dan keunggulan produk kepada konsumen yang tepat.
Di tengah perkembangan teknologi digital, menurut Sarmuji, pelaku UMKM dapat memasarkan produk tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi konvensional. Ia menyebut produk dari kampung sekalipun bisa dikenal hingga berbagai negara melalui teknologi informasi. Menurut laporan yang sama, peluang itu perlu diikuti kemampuan menjaga kualitas, mengembangkan desain, dan memenuhi kebutuhan pasar yang dituju.
Sarmuji juga menyoroti potensi sektor pariwisata dalam mendukung pemasaran produk fesyen dan kerajinan lokal. Kehadiran wisatawan asing dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar suvenir, terutama produk yang berkarakter khas dan memanfaatkan bahan alami. Potensi itu dapat dikembangkan melalui sinergi pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan pemangku kepentingan yang memiliki jaringan perdagangan internasional.
Salah satu peluang yang dapat dijajaki adalah menghubungkan produk UMKM dengan fasilitas International Trade Promotion Center (ITPC) milik Kementerian Perdagangan. Konektivitas itu berpotensi mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan promosi dan pasar luar negeri. “Produk berbasis alam memiliki peminat yang sangat tinggi di luar negeri, sehingga peluang ekspornya terbuka lebar,” ungkap Sarmuji.
Menurut laporan yang sama, pelaku UMKM perlu menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen. Konsumen itu mencakup wisatawan yang berkunjung langsung maupun pembeli dari luar negeri yang dijangkau melalui kanal digital dan jaringan perdagangan.
Sinergi lintas sektor diharapkan memperluas akses pasar produk kerajinan ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Dengan dukungan promosi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan jejaring perdagangan, kata Sarmuji, produk UMKM Indonesia berpeluang menjangkau konsumen global secara lebih luas.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.