
Kemenkes Bantah Narasi Menkes Sesak Napas
14 menit yang lalu
Menteri Transmigrasi meminta usaha di kawasan transmigrasi memperhatikan pembeli dan pendapatan warga.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pengembangan usaha di kawasan transmigrasi perlu berorientasi pada pasar dan peningkatan pendapatan warga. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
“Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Iftitah.
Ia menyebut salah satu langkah yang sejalan dengan hal itu adalah pembukaan peluang pasar baru oleh petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut laporan yang sama, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University menjajaki kerja sama pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar. Kerja sama itu dijajaki agar hasil pertanian warga memiliki peluang pembeli yang lebih pasti.
Peluang tersebut dijajaki melalui kegiatan sekolah lapangan dan bisnis petani pertemuan ke-7 sekaligus panen di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai, beberapa waktu lalu. Bersama 18 petani penggerak, tim memanen 107 kilogram sayuran yang terdiri atas pakcoy, selada, bayam, dan kangkung.
Ketua TEP IPB University Suprehatin mengatakan petani perlu memahami kebutuhan pasar, mulai dari jenis sayuran, kualitas, jumlah, hingga jadwal pengiriman. Karena itu, pendampingan tidak hanya mengajarkan budidaya, tetapi juga cara menyortir, memilah berdasarkan kualitas, dan mengemas hasil panen.
“Transisi pertanian tidak cukup berhenti pada bagaimana petani menghasilkan produk yang lebih baik. Kita juga perlu memastikan produk tersebut memiliki akses pasar,” kata Suprehatin.
Selama ini, akses pasar dan harga yang tidak menentu menjadi tantangan bagi petani, sedangkan pendampingan TEP memberi mereka kesempatan belajar menyiapkan hasil panen sesuai kebutuhan pembeli. Melalui program Trans-Organik, TEP IPB University berharap petani Batu Betumpang dapat memperluas pasar, meningkatkan mutu sayuran, dan mengembangkan usaha pertanian yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Adanya komunikasi dengan SPPG dan pedagang lokal memberikan harapan bagi pengembangan usaha hortikultura kami,” kata petani penggerak dari Desa Sumber Jaya Permai Ayik Sofyan.