
BNPB Tangani Karhutla di Way Kambas
15 menit yang lalu
Ketua Komisi XI menilai sikap Presiden terhadap MSCI perlu dipahami utuh di tengah tekanan pasar modal.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Ketua Komisi XI Misbakhun meminta pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang tidak gentar terhadap penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak diartikan secara sepotong-sepotong.
Misbakhun menyampaikan hal itu di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (25/10/2026). "Jangan diartikan secara terlalu vis a vis seperti itu, tapi ini kan memberikan semangat, bahwa ada tekanan, iya, ada situasi sulit, iya. Tetapi situasi sulit, situasi tekanan itu harus disikapi dengan lebih hati-hati," kata Misbakhun.
Ia berpendapat pernyataan Prabowo tersebut hendak memberi penguatan bahwa ekonomi Indonesia dibangun berdasarkan kekuatan rakyat Indonesia sendiri. Dengan pernyataan itu, menurut dia, rakyat diharapkan tidak terlalu khawatir dengan situasi yang ada.
Misbakhun mengatakan pernyataan itu juga menjadi pesan kepada MSCI, masyarakat global, dan investor global bahwa Indonesia mengikuti protokol tata kelola bursa saham internasional. Menurut dia, Bursa Efek Indonesia telah melakukan upaya serius dan sudah berkali-kali bertemu dengan MSCI.
Ia juga menyebut Indonesia memiliki ekonomi yang sangat lincah. "Karena di luar pasar modal ada sektor-sektor mengenai ketahanan pangan, ketahanan energi, kemudian daya lentur ekonomi kita, kita punya resiliensi yang sangat bagus," ujar dia.
Menurut Misbakhun, Komisi XI menaruh perhatian pada situasi pasar modal dan kerap menggelar rapat untuk mengetahui proses reformasi pasar modal. Ia menyebut dinamika pasar modal selalu volatil, dan situasi saat ini tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi nasional, tetapi juga tekanan geopolitik yang naik turun serta penuh ketidakpastian.
Menurut laporan yang sama, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu (21/10/2026), Prabowo mengirim pesan terbuka kepada MSCI di tengah ancaman penurunan status pasar modal Indonesia. "MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," ujar Prabowo. Ia mengakui tantangan dan gangguan yang dihadapi masih besar, tetapi menilai Indonesia harus tetap berani menghadapinya.
Pernyataan itu muncul setelah MSCI pada 16 Oktober 2026 mengumumkan usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
MSCI menyebut usulan tersebut didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. MSCI juga menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.