
Camilan Malam Bisa Memengaruhi Gula Darah
9 menit yang lalu
Program lima tahun ini menjangkau 2.239 petani swadaya di 48 desa melalui pelatihan dan pendampingan.
Terbit · 1 min read

Musim Mas merampungkan program kolaborasi lima tahun untuk petani swadaya di Subulussalam, Aceh. Menurut laporan ANTARA, inisiatif yang didukung mitra rantai pasok, termasuk AAK, itu menggabungkan pelatihan pertanian, edukasi keuangan, dan pemantauan lingkungan.
Program menyasar petani yang mengelola kebun di luar area konsesi perusahaan. Laporan tersebut tidak menyebut tanggal penyelesaian program; Aceh disebut sebagai wilayah prioritas karena 87 persen kawasan Ekosistem Leuser berada di provinsi itu.
Selama lima tahun, program melatih 117 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Dengan dukungan asisten lapangan Musim Mas, para penyuluh menjangkau 2.239 petani swadaya di 48 desa, melampaui target awal 40 pelatih dan 1.000 petani.
Pelatihan bagi petani mencakup Praktik Pertanian yang Baik yang diselaraskan dengan prinsip Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi. Materi lanjutan meliputi literasi keuangan dan pengelolaan kebun sawit.
PPL juga mendapat pelatihan tentang pembelajaran orang dewasa, berbicara di depan umum, kesehatan tanah, pembuatan kompos rumah tangga, serta persiapan menghadapi persyaratan Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia. Pendekatan pelatihan bagi pelatih dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh di tingkat lokal.
Menurut laporan yang sama, program menghubungkan peningkatan produktivitas dengan pelestarian lingkungan. Musim Mas menyatakan penguatan mata pencaharian petani menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko deforestasi.
Sengbee Ng, Manajer Minyak Nabati Berkelanjutan AAK, menyebut kolaborasi rantai pasok sebagai upaya mendukung petani dan praktik pengadaan yang bertanggung jawab. Olivier Tichit, Direktur Komunikasi dan Keberlanjutan Musim Mas, mengatakan kemitraan tersebut menjawab kebutuhan lapangan dan manfaatnya dirasakan petani serta pemerintah daerah.
ANTARA melaporkan para mitra menilai model program dapat disesuaikan untuk wilayah pemasok lain. Mereka menyatakan upaya keberlanjutan perlu dilanjutkan melalui keterlibatan pemangku kepentingan setempat, pengembangan materi pelatihan, dan penjajakan program lanjutan.