
Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
12 menit yang lalu
OJK mengingatkan masyarakat agar memahami risiko dan kemampuan membayar saat menggunakan pembiayaan digital.
Terbit · 1 min read

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan pembiayaan digital dan menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan membayar. Menurut laporan ANTARA, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman mengatakan kemudahan akses perlu diimbangi literasi dan pemahaman risiko.
Dalam keterangannya di Jakarta, Agusman menjelaskan teknologi membuat proses pembiayaan menjadi lebih cepat dan mudah. Laporan ANTARA tersebut diterbitkan pada Minggu (25/10/2026).
Agusman menyebut teknologi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin dapat digunakan untuk menganalisis kelayakan pembiayaan. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, menurutnya, dapat berlangsung dalam hitungan detik.
Ia mengatakan pembiayaan digital berperan memperluas akses keuangan dan mendukung sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Manfaat itu bergantung pada tersedianya konektivitas dan infrastruktur digital.
Menurut laporan yang sama, pada Agustus 2026 baki debet layanan beli sekarang bayar nanti (BNPL) dari perusahaan pembiayaan tumbuh 36,57 persen secara tahunan menjadi Rp13,61 triliun, dengan 27,71 juta rekening.
Pada bulan yang sama, pembiayaan pinjaman daring meningkat 22,07 persen secara tahunan menjadi Rp106,94 triliun. Jumlah penggunanya mencapai 189,77 juta akun, terdiri atas 3,02 juta pemberi pinjaman dan 186,75 juta penerima pinjaman.
Agusman menekankan pertumbuhan industri perlu disertai tata kelola dan perlindungan konsumen yang kuat. OJK, menurut laporan ANTARA, akan memperkuat kebijakan dan pengawasan untuk memitigasi risiko penyalahgunaan data pribadi, penipuan, dan risiko bagi konsumen.
Pada Sabtu (24/10/2026), OJK menggelar kuliah umum tentang manfaat, risiko, dan prospek pembiayaan digital di Indonesia Banking School, Jakarta. Kegiatan yang diikuti 137 mahasiswa dan 15 dosen itu merupakan bagian dari program OJK Mengajar.