
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
11 menit yang lalu
Pengurus Gekrafs NTB periode 2026–2029 diharapkan memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan mendampingi pelaku usaha lokal.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi pengukuhan dan pelantikan pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-NTB periode 2026–2029. Menurut laporan ANTARA, Pemprov NTB menilai kepengurusan itu dapat memperkuat upaya bersama memajukan ekonomi kreatif di daerah.
Acara tersebut digelar DPW Gekrafs NTB di Mataram pada Jumat (23/10/2026), berdekatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober. Pengukuhan mencakup pengurus DPW NTB dan 10 DPC kabupaten/kota.
Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Perekonomian, Pembangunan, Sosial dan Kemasyarakatan, Yusron Hadi, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas daerah. Ia menyebut generasi muda NTB bergerak di 21 subsektor ekonomi kreatif.
“Pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Harapannya, dengan terbentuknya pengurus ini dapat memperkuat ikhtiar bersama kita untuk memajukan ekraf di NTB. Bapak Gubernur menempatkan Ekraf Makmur Mendunia sebagai salah satu hal penting,” ujar Yusron, seperti dikutip ANTARA.
Yusron mengatakan pengembangan industri kreatif memerlukan sinergi berkelanjutan. Upaya yang disebutnya mencakup penguatan kapasitas, peningkatan kualitas produk, dan kemudahan akses permodalan.
Ia juga menilai pengurus Gekrafs perlu membantu menghubungkan produk kreatif dengan kebutuhan sektor industri lain di tengah masyarakat. Ketua Panitia Pelaksana Nasrin H. Muhtan menyebut kepengurusan Gekrafs se-NTB sebagai modal untuk mendorong perubahan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Nasrin berharap produk usaha mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi kreatif NTB dapat bersaing di dalam maupun luar negeri. Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian meminta pengurus mendampingi pelaku usaha lokal agar dapat mengakses program pembiayaan IP Financing senilai Rp10 triliun dan mendorong setiap DPC memiliki setidaknya satu desa binaan ekonomi kreatif.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.