
Balita di Palembang Sesak Napas di Tengah Asap Pekat
12 menit yang lalu
Presiden berencana menyalurkan Rp400 triliun tahun depan; bentuk penyalurannya belum dijelaskan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto berencana menyalurkan dana hingga Rp400 triliun pada tahun depan. Dana itu ditujukan bagi petani, nelayan, serta masyarakat di kawasan pedesaan dan daerah tertinggal.
Airlangga menyampaikan hal tersebut di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026). Menurut dia, tujuan kebijakan ini adalah mendongkrak kemampuan belanja sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Airlangga mengatakan Presiden menginginkan masyarakat pada akhirnya memiliki literasi keuangan dan uang untuk dibelanjakan. Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki tabungan berupa simpanan di bank masing-masing.
Prabowo menyampaikan rencana penyaluran Rp400 triliun itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). "Di tahun yang akan datang rencana kita, sasaran kita insya Allah terwujud, saya ingin salurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan daerah-daerah terpencil dan tertinggal," kata Prabowo.
Menurut laporan yang sama, Prabowo menuturkan langkah besar ini merupakan kelanjutan dari capaian program akses keuangan daerah yang sejauh ini membuahkan hasil positif bagi masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa volume dana bantuan dan pembiayaan akan ditingkatkan secara signifikan pada tahun mendatang untuk menjangkau sektor produktif di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung capaian program yang sudah berjalan. "Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit untuk rakyat, dan kita juga akan masif lagi. Tadi saya liat penyaluran kurang lebih Rp53 triliun yang penerima manfaat adalah sekitar 2 juta warga kita," terangnya.
Menurut laporan tersebut, Prabowo belum menjelaskan apakah kucuran dana ini akan dipakai sebagai dana bantuan atau penyaluran kredit. Airlangga menyebut rencana ini akan melengkapi berbagai program pembiayaan yang telah berjalan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
CNN Indonesia mencatat realisasi penyaluran KUR hingga 20 Oktober 2026 mencapai Rp257,84 triliun, atau 87 persen dari total alokasi yang disediakan, dengan jangkauan hingga 4 juta debitur.
Airlangga mengisyaratkan alokasi Rp400 triliun ini bisa disalurkan melalui skema pembiayaan baru atau diintegrasikan ke program yang sudah ada seperti KUR. Menurut dia, pemerintah akan menambahkan dana dan membaginya ke masing-masing sektor, sementara opsi lain masih akan dilihat.