
Gempa M4,7 Guncang Aceh Tamiang, Terasa di Gayo Lues
10 menit yang lalu
Program ini melibatkan putra-putri daerah untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan BBM penugasan.
Terbit · 1 min read

Pemerintah meluncurkan program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan BBM penugasan, dengan target menjangkau 3.679 SPBU di Indonesia. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meluncurkan program itu di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Peluncuran berlangsung dalam Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi. Program ini melibatkan putra-putri daerah sebagai petugas pengawasan distribusi energi.
Petugas akan mengawasi distribusi, memperkuat ketersediaan data pengawasan, serta mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan. Pemerintah berharap program tersebut membantu penyaluran pasokan energi secara merata dan tepat sasaran.
Yuliot menyebut penugasan itu juga memberi talenta muda pengalaman lapangan dan peningkatan kompetensi teknis. Ia mengatakan, “Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal,” ujar Yuliot.
Penempatan petugas akan memprioritaskan peserta dari daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat. Menurut Yuliot, pendekatan itu diharapkan mendukung pemahaman kondisi geografis, efisiensi penugasan, penerimaan masyarakat, serta kesiapsiagaan petugas.
Meski diprioritaskan di wilayah asal atau terdekat, setiap petugas menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Program ini merupakan kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, serta terbuka bagi lulusan perguruan tinggi.
Pendaftaran dibuka pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 melalui portal resmi program. Pemerintah menyatakan program ini diharapkan menghasilkan petugas yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi.
Dalam acara yang sama, Kementerian ESDM menganugerahkan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang dinilai berkontribusi pada sektor energi dan pertambangan. Yuliot menyebut penghargaan itu sebagai penghormatan atas dedikasi Prof. Subroto dalam meletakkan fondasi pembangunan sektor tersebut.