
Pemkot Jakarta Timur Gelar Lomba Pencegahan DBD dan TBC
8 menit yang lalu
Rencana pembelian kembali saham masih dikaji dan belum memiliki alokasi dana, target harga, atau jadwal pelaksanaan.
Terbit · 1 min read

PT Timah (Persero) Tbk mempertimbangkan pembelian kembali saham atau buyback sebagai salah satu alternatif strategi korporasi. Menurut laporan ANTARA, perusahaan masih mencermati kondisi industri pertambangan dan pasar modal sebelum mengambil keputusan.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Ruddy Nursalam menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Sabtu (24/10/2026). Ia mengatakan perusahaan memantau perkembangan industri pertambangan timah dan dinamika pasar modal secara terukur.
Ruddy mengatakan setiap opsi strategis perlu memperhatikan kebutuhan operasional, rencana pengembangan usaha, kondisi keuangan perusahaan, serta peraturan yang berlaku.
Ia menegaskan keputusan perusahaan akan tetap selaras dengan prioritas bisnis dan kepentingan nasional, serta mengutamakan prinsip kehati-hatian.
Menurut laporan yang sama, usaha PT Timah dipengaruhi perubahan harga timah global, kondisi pasokan dan permintaan, serta perkembangan industri pertambangan secara umum.
Saat ini, perusahaan berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui pembenahan tata kelola pertimahan nasional, optimalisasi produksi, penetrasi pasar, dan efisiensi keuangan.
Manajemen menyebut rencana buyback masih berada pada tahap pertimbangan awal. Perusahaan masih mengkaji kondisi keuangan, kecukupan modal, kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha, dan ketentuan yang berlaku.
Besaran dana, target harga pembelian, dan jadwal pelaksanaan belum ditetapkan. PT Timah menyatakan perkembangan mengenai kepastian pelaksanaan akan disampaikan kepada publik, pemegang saham, dan pemangku kepentingan sesuai aturan keterbukaan informasi pasar modal.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.