
Mas Asmaoen, Dokter Indonesia Lulusan Belanda
10 menit yang lalu
QatarEnergy sepakat membeli LNG dari Cheniere Energy hingga 2054 di tengah gangguan produksi dan pelayaran.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip CNBC International, QatarEnergy sepakat mengimpor 4 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun dari perusahaan Amerika Serikat (AS), Cheniere Energy, hingga 2054. Perang Iran disebut mengubah peta perdagangan gas alam dunia.
Kesepakatan itu diumumkan pada Kamis (22/10/2026). Sebelum perang, Qatar menempati posisi kedua setelah AS dalam ekspor LNG global.
Kepala eksekutif Cheniere Energy, Jack Fusco, mengatakan perusahaannya siap memasok QatarEnergy secara andal dari fasilitas Sabine Pass dan Corpus Christi hingga paruh kedua abad ini.
Menurut laporan yang sama, serangan Iran pada Maret merusak dua lini produksi utama di kompleks Ras Laffan. Kerusakan itu melumpuhkan sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG Qatar.
Menteri Energi Qatar, Saad Sherida Al-Kaabi, memperkirakan perbaikan fasilitas membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Ia menyebut serangan tersebut sebagai pukulan telak bagi kapasitas produksi Qatar untuk beberapa tahun ke depan.
Jalur ekspor Qatar bergantung pada Selat Hormuz, yang terganggu akibat perang dan serangan terhadap kapal tanker. Al-Kaabi mengatakan hanya segelintir kapal yang melintasi selat itu sehingga Qatar hanya mampu mengekspor LNG dalam jumlah sangat kecil.
Direktur gas global dan LNG di Rapidan Energy, Alex Munton, menilai kontrak jangka panjang dengan Cheniere mencerminkan upaya Qatar mengantisipasi gangguan pelayaran yang berkepanjangan. Menurutnya, LNG harus dicairkan lalu diangkut lewat laut, dan Qatar tidak punya jalur lain selain Selat Hormuz.
Sejak perang dimulai, saham Cheniere dilaporkan naik 26 persen dan saham Venture Global naik 40 persen. Reuters menyebut Venture Global dalam pembicaraan lanjutan untuk memasok 3 juta ton LNG per tahun kepada QatarEnergy, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan itu, sementara analis UBS Manav Gupta menilai kesepakatan dengan Cheniere dapat membantu Qatar memenuhi komitmen pengiriman internasional.
Volume pembelian dari Cheniere kurang dari 1 persen perdagangan LNG global yang melampaui 400 juta ton per tahun. Munton tetap menyebutnya salah satu kesepakatan individual terbesar di pasar LNG AS, sedangkan perluasan proyek North Field Qatar kini terhambat oleh kerusakan fasilitas dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.