
Copshop Tayang di Bioskop Trans TV
12 menit yang lalu
Menteri Energi Singapura meminta warga tenang dan menyebut pemangkasan gas RI tak banyak memengaruhi harga listrik.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, Menteri Energi Singapura Tan See Leng meminta masyarakat tetap tenang menyusul keputusan Indonesia memangkas ekspor gas alam ke negara tersebut. Ia mengatakan kebijakan itu diperkirakan tidak banyak memengaruhi harga listrik Singapura dalam jangka pendek.
Pernyataan itu disampaikan Tan seusai konferensi Partai Aksi Rakyat (PAP) pada Minggu (25/10/2026), sebagaimana dikutip dari Channel NewsAsia (CNA).
Menurut laporan yang sama, Indonesia mulai memangkas ekspor gas alam ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026) untuk mengalihkan lebih banyak pasokan bagi kebutuhan listrik domestik. Juru bicara Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyebut pengurangan pasokan mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari selama 18 hari.
Tan menyebut pengurangan pasokan gas dari Indonesia mencakup kurang dari 2 persen total kebutuhan gas harian Singapura. Menurut dia, pasokan energi negara itu masih cukup untuk memenuhi permintaan.
Tan menjelaskan, dalam jangka pendek harga tidak akan terlalu terpengaruh. Ia menyebut faktor yang perlu diperhatikan adalah harga global, karena harga satuan sebagian besar gas Singapura terkait dengan pergerakan sejumlah indeks utama dunia.
Tan mengatakan Singapura memiliki beberapa lapisan perlindungan untuk menjaga keandalan pasokan energi. Langkah itu mencakup diversifikasi sumber gas alam, pemeliharaan fasilitas gas alam cair (LNG) sebagai cadangan, serta kesiapan Singapore GasCo mengimpor lebih banyak LNG bila diperlukan.
Selain itu, perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan mempertahankan cadangan bahan bakar diesel yang cukup. Cadangan itu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan gangguan pasokan gas dalam skala lebih besar.
Tan mengimbau seluruh warga Singapura tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Menurut dia, Singapura pernah menghadapi pengurangan pasokan serupa tanpa insiden, dan pemerintah akan terus memastikan keandalan serta ketahanan pasokan energi negara itu.
Di luar gas alam, Singapura menjajaki sumber energi alternatif untuk kebutuhan listriknya, yakni biometana, panas bumi, dan energi surya. Pemerintah juga mengkaji kemungkinan penggunaan energi nuklir, tetapi Tan menyebut belum ada keputusan terkait opsi tersebut.