
Araghchi: Kawasan Timur Tengah Berubah Seusai Perang
12 menit yang lalu
WCCE 2026 mempertemukan pelaku kreatif dan mitra untuk mendorong kolaborasi, investasi, serta inklusivitas.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai momentum bagi sektor kreatif global yang inklusif. Menurut laporan ANTARA, konferensi itu berlangsung di SCBD, Jakarta, pada 21-25 Oktober 2026.
Irene menyampaikan harapan agar ekonomi menjadi ruang pemersatu tanpa membedakan ras, suku, dan agama. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Minggu (25/10/2026).
WCCE 2026 dirancang sebagai wadah untuk memperluas jejaring dan mendorong kolaborasi antara pelaku industri kreatif lokal dengan mitra internasional. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk membuka akses investasi dan teknologi.
Irene mengatakan pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, serta mitra internasional perlu berkolaborasi. Ia berharap konferensi tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kerja sama yang bermanfaat bagi ekosistem ekonomi kreatif.
Menurut laporan yang sama, semangat inklusivitas juga diwujudkan melalui Pasar Wiwitan di SCBD. Pasar kreatif yang digarap Artha Graha Peduli itu melibatkan lebih dari 200 UMKM lokal.
Kreator konten dan pegiat kemanusiaan Ferry Irwandi berharap UMKM yang terlibat dapat membuka lapangan kerja dan mendorong peralihan dari pekerjaan informal ke formal. Ia menyampaikan harapan itu terkait peningkatan ekonomi masyarakat.
Indonesia juga merumuskan Jakarta Vision on Creative Economy, yang diproyeksikan menjadi pilar bagi posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global pasca-2030. WCCE 2026 turut menghadirkan narasumber untuk membahas isu-isu terkini di Indonesia serta menggelar doa bersama untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.