
Bali Bahas Rencana Ekspor Sapi ke Timor Leste
12 menit yang lalu
Tiga inisiatif berfokus pada data ekosistem, arah pengembangan, dan kompetensi tenaga kreatif.
Terbit · 2 min read

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menutup World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Konferensi tersebut menghasilkan tiga inisiatif untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan data ekonomi kreatif nasional, menurut laporan ANTARA.
Penutupan berlangsung di Kempinski Jakarta pada Jumat (23/10/2026), setelah konferensi yang digelar pada 21–23 Oktober 2026. Materi menyebut Creative Economy Data Model (CEDM) dikembangkan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Outlook bersama Katadata, serta Ekraf Academy bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi.
Dalam acara penutupan, Riefky mengatakan, “Tiga inisiatif ini akan menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, dan memperkuat ekonomi kreatif dari daerah, yang berkaitan dengan Jakarta Vision. Mari kita menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, kreatif menjadi kesempatan, dan kolaborasi menjadi kemakmuran bersama.”
Inisiatif pertama, Creative Economy Data Model (CEDM), dirancang untuk memetakan ekosistem ekonomi kreatif melalui tiga dimensi: lingkungan bagi kreativitas, sumber daya pendukung kreativitas, serta nilai kreatif. Cakupannya antara lain kekayaan intelektual, tata kelola, kondisi sosial budaya, infrastruktur, pembiayaan, pasar, dan kontribusi sosial ekonomi.
Menurut laporan yang sama, model tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kekuatan dan tantangan ekosistem sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan.
Inisiatif kedua adalah Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027, yang disusun bersama Katadata sebagai referensi data dan arah strategis. Publikasi itu diarahkan untuk memberikan gambaran tentang transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, ekonomi berbasis kekayaan intelektual, serta potensi dan peluang ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Inisiatif ketiga, Ekraf Academy, berfokus pada keterampilan dan kompetensi tenaga kerja kreatif melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini dikembangkan bersama ICCN, asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi, serta didukung kerja sama dengan 30 perguruan tinggi.
Menurut laporan ANTARA, pada 2025 ekonomi kreatif nasional tumbuh sekitar 6,8 persen dan mendukung 27,4 juta pekerja. Laporan tersebut juga menyebut sektor itu menarik investasi 11,3 juta dolar AS dan menyumbang ekspor 31,9 juta dolar AS.
Riefky mengatakan perkembangan ekonomi kreatif perlu menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi para penciptanya. Ia menyatakan CEDM dan Outlook membantu pemangku kepentingan mengambil keputusan berbasis informasi serta mendukung Rindekraf 2026–2045.
WCCE 2026 melibatkan perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, dengan 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta 7.639 peserta. Creative Village di kawasan SCBD dikunjungi lebih dari 20 ribu orang; konferensi itu juga mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan sektor ekonomi kreatif.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.